Dari dulu sampai sekarang,dari
Merauke sampai ke Sabang,dari pagi sampai siang dan dari tadi,yang namanya
sekolah itu tidak lengkap tanpa adanya seorang guru. Kata orang,kalau tidak ada
guru itu seperti sayur tanpa garam,Batman tanpa Robin,Romeo tanpa Juliet dan
dunia ini tanpa yang nulis *halah!*.
Ngomong-ngomong masalah guru,dari
aku TK sampai SMA baru sekali ketemu sama guru yang notabennya rada-rada unik *waktu Bapaknya pidato pas MOS*. Ya,dia
adalah Pak Rudy Hilkya si Guru Fisika di SMAN 2 Palangkaraya.
Dulu waktu aku masih kelas
X-1,ada gossip yang beredar tentang “seorang guru yang paling killer!”.
Gambaran yang terbayang dalam fikiranku adalah guru itu punya tatapan tajam
setajam shyilet! *mendadak jadi Feni Ros
KW 400*,muka gahar bin sangar,dan yang pasti galaknya minta ampun!.
Bagaimana tidak? Pak Rudy itu terkenal sadis kalau memberi tugas. Dari cerita
kakak-kakak kelas yang pernah di ajarkan oleh beliau,sampai ada yang bilang
“Kakak udah ngerjain tugas sampai tengah malam,eh! Besoknya beliau ngomong
gini.’Siapa yang menyuruh ngumpul?’ Gimana nggak stress?”. Aku sedikit ngeri
waktu mendengarnya. Lalu dari Kakak kelas yang lain bilang kalau sampai
remedial bapaknya bisa nyuruh ngitung jumlah daun yang gugur di halaman
sekolah. Alamaaakkk??? Itu nyuruh remedial atau ngebully?
Fakta yang paling diyakini adalah
Pak Rudy itu suka berselancar di jejaring sosial dan sangat mengenal peradaban
teknologi. Contohnya adalah sering OL di beberapa media seperti
Facebook,Twitter,Line and many else,because I’am forget. Bukan hanya untuk
sekedar berinteraksi dengan siswa-siswa atau masyarakat lain tapi juga
memberikan tugas dari media tersebut. Ya Tuhan,aku adalah manusia gaptek,kenal
Friendster aja pas awal SMP dan baru punya Facebook setahun kemudian (itu juga
dibikinin). Kalau sampai aku jadi muridnya nanti gimana????.Malah ada yang
bilang bapaknya bisa nge-twit tugas itu tengah malam atau bahkan
subuh,sedangkan aku buka FB aja paling banter kalau ingat.
Semua hal-hal tersebut membuat
diriku yang cantik dan manis ini *halah!!!*
semakin takut kalau sampai nanti jadi murid beliau. Apa lagi nantinya aku ingin
mengambil perkuliahan yang harus mengusai Fisika, gimana kalau yang ngajar
malah beliau? Bisa nangis kejer aku tiap hari.
Eeng ing eeengg!!! Waktunya
penjurusan yaitu jurus ‘Tapak Halilintar Seratus Bunga Berjatuhan’ *Bukan itu* maksudnya adalah jurusan
Palangkaraya-Banjarmasin-Buntok *Bukan
itu!!!* maksudku penjurusan antara
IPA,IPS atau Bahasa. Dengan kuasa-Nya dan keajaiban yang entah datang dari
mana,aku bisa mendapat jurusan yang aku tuju yaitu ke Banjarmasin *Dilempari cobek* (ngeles) maksudnya
jurusan IPA. Dari hasil pembagian kelas,aku mendapatkan kelas spesial yaitu XI
IA 6. Tapi takdir berkata lain. Kelas itulah yang menjadi kelas satu-satunya
dalam angkatan Gen 29 yang mendapatkan seorang guru yang tidak kalah spesialnya
yaitu Pak Rudy. Aku menelan ludah saking kagetnya. Ternyata yang aku takutkan
malah menghampiri.
Di hari pertama beliau
mengajar,kelas masih sepi,tegang dan lain sebagainya. Kami disuruh mengisi
Question. Masih dalam susana takut. Ternyata Bapaknya berkata “Kalau saya
menyebutkan kata ‘ya’ maka kalian harus berkata ‘Asik-asik,jos!’”. Aku tercengang. Pak Rudy
berhasil menggemparkan kelas. Ternyata oh ternyata setelah ditelaah dengan
dilihat,diraba, diterawang dan di uji di ITB dan ITB,Pak Rudy ternyata punya sense of becanda yang lumayan tinggi!.
Bukan cuma itu saja,waktu aku dan
para anggota Theater lainnya sedang melakukan ‘Parade Lakon’ untuk melatih para
anggota baru. Aku yang saat itu sedang bertugas mengawasi,tiba-tiba melihat
pemandangan tak lazim! *Bukan yang
begituan ya!*. Gimana nggak aneh?
Di tengah lapangan,saat murid-murid sedang lalu-lalang untuk pulang, ada
seorang siswi,sebut saja Widya “Wewed” Larasati *halah…* sepertinya sedang melihat para adik kelas yang notabennya
anak Theater yang menggunakan dandanan ala Kuntilanak. Pak Rudy lewat juga
dilapangan saat itu dan entah mengobrol apa,Pak Rudy menarik Wewed untuk
mendekat ke arah para Kuntilanak itu. Otomatis Wewed meronta-ronta sampai
nangis! Ada-ada saja kelakuan Pak Rudy itu :D .
Bukan hanya sebatas itu,beliau
juga sering nongkrong di kantin ujung dekat lapangan basket. Beliau bukan sedang
makan atau minum apa lagi sekedar ngobrol dengan murid-murid,ibu kantin apa
lagi Mas Pur. Pak Rudy duduk diam di sana dengan tatapan serius,tetapi beliau
juga bukan sedang bertapa atau bersemedi di situ. Yang Pak Rudy sedang lakukan
adalah mengincar sinyal Wifi.id dengan alat perang seperti kursi,laptop dan
mungkin camilan. Pak Rudy bilang kalau internetan pakai itu murah,kalau tidak
salah Rp.1000/hari. Tetapi harus menggunakan kartu Telko..*Tiiiitt!!! (Lembaga Sensor Penulis)* . Jadi kalau melihat Pak Rudy
di kantin,pasti lagi internetan.
Pak Rudy bukan hanya menggunakan
internet untuk bersuka ria dengan jejaring social dan game,tetapi juga untuk
Pendidikan. Buktinya saja Pak Rudy kemarin berhasil meraih Peringkat 2 tingkat
Nasional dalam hal seperti itu (Aku lupa nama lombanya apaan :D ).
Walaupun terlihat santai seperti
itu,Pak Rudy tetap seorang guru yang akan mempertegas bila muridnya nakal
(Pernah kena juga,maaf ya Pak). Setelah selesai ceramah,beliau dengan hebatnya
bisa merubah suasana dan atmosfer di kelas menjadi biasa kembali. Aku jadi
ingat kata-kata Pak Rudy.
“Kalian itu harus berlomba
menjadi pemenang dengan berbagai cara”.Kata beliau.”Misalnya dalam lomba lari”.Sambung
beliau
“Bagaimana supaya bisa menang
dalam lomba lari?”.Tanya Pak Rudy.
“Banyak-banyak latihan!”. Teriak
Matius Sang Ketua Kelas.
“Itu juga bisa”.
“Pemanasan!”.
“Olahraga teratus”.
“Sering-sering lari!”. Kata yang
lain juga menambahkan.
“Jawaban kalian benar,tapi masih
kurang tepat! Sebenarnya ada cara yang lebih cepat.Misalnya besok kaliau lomba
lari,malamnya kalian makan kacang dan minum soda”.Kata beliau. Kelas hening
saat itu,dan aku memberanikan bicara.
“Itu nggak bikin sakit perut lah,Pak?”.Tanyaku dengan suara pelan. Tapi
seluruh kelas gempar,mereka tertawa karena akhirnya mengerti maksud beliau.
“Iya!! Jadi kalau mau
lombanya,kalian larinya cepat karena mencari WC”.Jawab Pak Rudy. Kelas kembali
gempar dengan gelak tawa.
“Lalu efek dari minum soda tadi
adalah memperkuat dorongan angin dari belakang!”.Sambung Pak Rudy.
“Kentut!!!”. Kata mereka dengan
tawa terbahak-bahak.
“Tapi jangan diperaktekkan
lah,nanti pas mencret di Mantikei nanti dibilang karena Pak Rudy”. Kami semakin
tertawa. Beliau memang guru kocak :D .
Di balik semua kekonyolan itu,Pak
Rudy tetap memberikan kami sebuah pertanyaan yang membuat kami tercengang.
Misalnya saat mencari kegunaan dari kastok/gantungan baju. Kami gelabakan dan
ternyata yang diterima oleh Pak Rudy adalah jawaban yang tidak rasional,seperti
pedang-pedangan,buat ngupil,buat gebukin maling, pemukul,boomerang,bahkan
penggaruk punggung. Pak Rudy berkata kalau orang jenius itu adalah orang yang
tidak berpikir rasional. Thomas Alfa Edison misalnya,dia melakukan 5000 lebih
kesalahan untuk membuat sebuah bola lampu yang sekarang sangat berguna bagi
kita. Orang-orang yang berfikir seperti itulah yang bisa membuat kehidupannya
bahkan orang lain menjadi lebih baik. Beliau adalah seorang guru yang mempunyai
pemikiran dan keinginan untuk anak-anak muridnya semua menjadi orang yang
berhasil dan berguna bagi semua orang.
Aku juga harus berterimakasih
dengan Pak Rudy,karena dengan bertemu beliaulah aku akhirnya mengenal dengan
yang namanya Twitter. Pak Rudy adalah Folower pertamaku . Meski hanya sesuatu yang kecil seperti
itu,tetapi berguna bagi semuanya.
Pak Rudy memang gokillll!!!! :D