Kamis, 09 Januari 2014

Guru Fisikaku



Dari dulu sampai sekarang,dari Merauke sampai ke Sabang,dari pagi sampai siang dan dari tadi,yang namanya sekolah itu tidak lengkap tanpa adanya seorang guru. Kata orang,kalau tidak ada guru itu seperti sayur tanpa garam,Batman tanpa Robin,Romeo tanpa Juliet dan dunia ini tanpa yang nulis *halah!*.
Ngomong-ngomong masalah guru,dari aku TK sampai SMA baru sekali ketemu sama guru yang notabennya rada-rada unik *waktu Bapaknya pidato pas MOS*. Ya,dia adalah Pak Rudy Hilkya si Guru Fisika di SMAN 2 Palangkaraya.
Dulu waktu aku masih kelas X-1,ada gossip yang beredar tentang “seorang guru yang paling killer!”. Gambaran yang terbayang dalam fikiranku adalah guru itu punya tatapan tajam setajam shyilet! *mendadak jadi Feni Ros KW 400*,muka gahar bin sangar,dan yang pasti galaknya minta ampun!. Bagaimana tidak? Pak Rudy itu terkenal sadis kalau memberi tugas. Dari cerita kakak-kakak kelas yang pernah di ajarkan oleh beliau,sampai ada yang bilang “Kakak udah ngerjain tugas sampai tengah malam,eh! Besoknya beliau ngomong gini.’Siapa yang menyuruh ngumpul?’ Gimana nggak stress?”. Aku sedikit ngeri waktu mendengarnya. Lalu dari Kakak kelas yang lain bilang kalau sampai remedial bapaknya bisa nyuruh ngitung jumlah daun yang gugur di halaman sekolah. Alamaaakkk??? Itu nyuruh remedial atau ngebully?
Fakta yang paling diyakini adalah Pak Rudy itu suka berselancar di jejaring sosial dan sangat mengenal peradaban teknologi. Contohnya adalah sering OL di beberapa media seperti Facebook,Twitter,Line and many else,because I’am forget. Bukan hanya untuk sekedar berinteraksi dengan siswa-siswa atau masyarakat lain tapi juga memberikan tugas dari media tersebut. Ya Tuhan,aku adalah manusia gaptek,kenal Friendster aja pas awal SMP dan baru punya Facebook setahun kemudian (itu juga dibikinin). Kalau sampai aku jadi muridnya nanti gimana????.Malah ada yang bilang bapaknya bisa nge-twit tugas itu tengah malam atau bahkan subuh,sedangkan aku buka FB aja paling banter kalau ingat.
Semua hal-hal tersebut membuat diriku yang cantik dan manis ini *halah!!!* semakin takut kalau sampai nanti jadi murid beliau. Apa lagi nantinya aku ingin mengambil perkuliahan yang harus mengusai Fisika, gimana kalau yang ngajar malah beliau? Bisa nangis kejer aku tiap hari.
Eeng ing eeengg!!! Waktunya penjurusan yaitu jurus ‘Tapak Halilintar Seratus Bunga Berjatuhan’ *Bukan itu*  maksudnya adalah jurusan Palangkaraya-Banjarmasin-Buntok *Bukan itu!!!*  maksudku penjurusan antara IPA,IPS atau Bahasa. Dengan kuasa-Nya dan keajaiban yang entah datang dari mana,aku bisa mendapat jurusan yang aku tuju yaitu ke Banjarmasin *Dilempari cobek* (ngeles) maksudnya jurusan IPA. Dari hasil pembagian kelas,aku mendapatkan kelas spesial yaitu XI IA 6. Tapi takdir berkata lain. Kelas itulah yang menjadi kelas satu-satunya dalam angkatan Gen 29 yang mendapatkan seorang guru yang tidak kalah spesialnya yaitu Pak Rudy. Aku menelan ludah saking kagetnya. Ternyata yang aku takutkan malah menghampiri.
Di hari pertama beliau mengajar,kelas masih sepi,tegang dan lain sebagainya. Kami disuruh mengisi Question. Masih dalam susana takut. Ternyata Bapaknya berkata “Kalau saya menyebutkan kata ‘ya’ maka kalian harus berkata ‘Asik-asik,jos!’”. Aku tercengang. Pak Rudy berhasil menggemparkan kelas. Ternyata oh ternyata setelah ditelaah dengan dilihat,diraba, diterawang dan di uji di ITB dan ITB,Pak Rudy ternyata punya sense of becanda yang lumayan tinggi!.
Bukan cuma itu saja,waktu aku dan para anggota Theater lainnya sedang melakukan ‘Parade Lakon’ untuk melatih para anggota baru. Aku yang saat itu sedang bertugas mengawasi,tiba-tiba melihat pemandangan tak lazim! *Bukan yang begituan ya!*. Gimana nggak aneh? Di tengah lapangan,saat murid-murid sedang lalu-lalang untuk pulang, ada seorang siswi,sebut saja Widya “Wewed” Larasati *halah…* sepertinya sedang melihat para adik kelas yang notabennya anak Theater yang menggunakan dandanan ala Kuntilanak. Pak Rudy lewat juga dilapangan saat itu dan entah mengobrol apa,Pak Rudy menarik Wewed untuk mendekat ke arah para Kuntilanak itu. Otomatis Wewed meronta-ronta sampai nangis! Ada-ada saja kelakuan Pak Rudy itu :D .
Bukan hanya sebatas itu,beliau juga sering nongkrong di kantin ujung dekat lapangan basket. Beliau bukan sedang makan atau minum apa lagi sekedar ngobrol dengan murid-murid,ibu kantin apa lagi Mas Pur. Pak Rudy duduk diam di sana dengan tatapan serius,tetapi beliau juga bukan sedang bertapa atau bersemedi di situ. Yang Pak Rudy sedang lakukan adalah mengincar sinyal Wifi.id dengan alat perang seperti kursi,laptop dan mungkin camilan. Pak Rudy bilang kalau internetan pakai itu murah,kalau tidak salah Rp.1000/hari. Tetapi harus menggunakan kartu Telko..*Tiiiitt!!! (Lembaga Sensor Penulis)* . Jadi kalau melihat Pak Rudy di kantin,pasti lagi internetan.
Pak Rudy bukan hanya menggunakan internet untuk bersuka ria dengan jejaring social dan game,tetapi juga untuk Pendidikan. Buktinya saja Pak Rudy kemarin berhasil meraih Peringkat 2 tingkat Nasional dalam hal seperti itu (Aku lupa nama lombanya apaan :D ).
Walaupun terlihat santai seperti itu,Pak Rudy tetap seorang guru yang akan mempertegas bila muridnya nakal (Pernah kena juga,maaf ya Pak). Setelah selesai ceramah,beliau dengan hebatnya bisa merubah suasana dan atmosfer di kelas menjadi biasa kembali. Aku jadi ingat kata-kata Pak Rudy.
“Kalian itu harus berlomba menjadi pemenang dengan berbagai cara”.Kata beliau.”Misalnya dalam lomba lari”.Sambung beliau
“Bagaimana supaya bisa menang dalam lomba lari?”.Tanya Pak Rudy.
“Banyak-banyak latihan!”. Teriak Matius Sang Ketua Kelas.
“Itu juga bisa”.
“Pemanasan!”.
“Olahraga teratus”.
“Sering-sering lari!”. Kata yang lain juga menambahkan.
“Jawaban kalian benar,tapi masih kurang tepat! Sebenarnya ada cara yang lebih cepat.Misalnya besok kaliau lomba lari,malamnya kalian makan kacang dan minum soda”.Kata beliau. Kelas hening saat itu,dan aku memberanikan bicara.
“Itu nggak bikin sakit perut lah,Pak?”.Tanyaku dengan suara pelan. Tapi seluruh kelas gempar,mereka tertawa karena akhirnya mengerti maksud beliau.
“Iya!! Jadi kalau mau lombanya,kalian larinya cepat karena mencari WC”.Jawab Pak Rudy. Kelas kembali gempar dengan gelak tawa.
“Lalu efek dari minum soda tadi adalah memperkuat dorongan angin dari belakang!”.Sambung Pak Rudy.
“Kentut!!!”. Kata mereka dengan tawa terbahak-bahak.
“Tapi jangan diperaktekkan lah,nanti pas mencret di Mantikei nanti dibilang karena Pak Rudy”. Kami semakin tertawa. Beliau memang guru kocak :D .
Di balik semua kekonyolan itu,Pak Rudy tetap memberikan kami sebuah pertanyaan yang membuat kami tercengang. Misalnya saat mencari kegunaan dari kastok/gantungan baju. Kami gelabakan dan ternyata yang diterima oleh Pak Rudy adalah jawaban yang tidak rasional,seperti pedang-pedangan,buat ngupil,buat gebukin maling, pemukul,boomerang,bahkan penggaruk punggung. Pak Rudy berkata kalau orang jenius itu adalah orang yang tidak berpikir rasional. Thomas Alfa Edison misalnya,dia melakukan 5000 lebih kesalahan untuk membuat sebuah bola lampu yang sekarang sangat berguna bagi kita. Orang-orang yang berfikir seperti itulah yang bisa membuat kehidupannya bahkan orang lain menjadi lebih baik. Beliau adalah seorang guru yang mempunyai pemikiran dan keinginan untuk anak-anak muridnya semua menjadi orang yang berhasil dan berguna bagi semua orang.
Aku juga harus berterimakasih dengan Pak Rudy,karena dengan bertemu beliaulah aku akhirnya mengenal dengan yang namanya Twitter. Pak Rudy adalah Folower pertamaku . Meski hanya sesuatu yang kecil seperti itu,tetapi berguna bagi semuanya.
Pak Rudy memang gokillll!!!! :D