Sabtu, 24 Januari 2015

Blog Minggu III

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski sering kali... kau malah asik sendiri.
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini, silahkan kau adu...
Malaikat juga tau siapa yang jadi juaranya

Jadi melow mendadak nih aing setelah dengar lagu Malaikat Juga Tahu versi Glen Fredry. Minggu ini adalah minggu galau buat saya. Kali ini bukan galau sembarangan, ini adalah galau tingkat provinsi deh rasanya. Dan yang paling saya tidak suka dari galau ini adalah:
1.    Saya galau
2.   Menangis
3.   Ujung – ujungnya lapar
4.   Lapar terus
5.   Berat  naik!
Masa saya yang dibilang kembaran Ardiana Lima ini beratnya nambah sih? Nanti fans saya makin banyak gimanaaa?. Ngomong – ngomong masalah galau, galau ini sepertinya membuat aura di tubuh saya ini menjadi lebih gelap. Saya sudah coba beli whitening ini itu, beli lampu bermelek Pilek *sensor ya sensor* tetap aja aura saya gelap. Ditambah lagi kejadian baru-baru ini yaitu semua anime saya dihapus oleh kakak saya (T^T). Sakitnya itu tuh kaya jatuh dari lantai 5 ke tombak-tombak yang berdiri tegak, lalu di timpa oleh gajah Sumatra. Sungguh pedih (T_T). Saya jadi kehilangan sense becanda saya karena tragedi anime berdarah itu, saya yang tadinya suka sama Harry 1D, jadi suka Austine Mahoni, saya yang tadinya suka makan kacang jadinya suka coklat, saya yang tadinya mirip Pevita Pierce jadi mirip Ardiana Lima *Siap – siap mau dilempar asbak*  (para pembaca siap – siap ambil plastik), saya yang tadinya semanis madu jadi semanis kembang gula, saya seperti kehilangan gairah hidup.
Kembali kepokok permasalahan, bertemu kembali dengan saya si manis jembatan ancol *nggak deng enggak!* , maksud saya si manis berjilbab. Saya dulunya begitu dekil dan tauk lah kucel. Kurang lebih begitulah penampakan saya waktu kelas 3 SD.


Lalu yang dibawah ini pada saat kelas 4 SD.










Lalu pada saat mulai masuk SMP.

(SENSOR KARENA ORANGNYA SUDAH BERHIJAB)

Ini saat kelas 3 SMP .

(SENSOR KARENA ORANGNYA SUDAH BERHIJAB)

Lalu saat kelas 1 SMA saya mulai berhijap.
Kelas 2 SMA.

(SENSOR KARENA ORANGNYA SUDAH BERHIJAB)(INI FOTONYA KELIHATAN AURAT)

Dan inilah saat kelas 3 SMA Tadaaaa!!. (Saya yang paling kiri)
 
Satu hal yang saya sadari setelah melihat foto-foto ini yaitu, saya makin tahun makin gendut (--“).  Sedih juga rasanya melihat perut yang jendul dan paha yang semakin besar saja. Kalau ada yang berkata  “ eh! Kamu kurusan ya?” saya cuma berusaha mengamini dan mendoakan dosa mereka diampuni karena mereka berkata bohong. Sambil mencoba berbagai macam hal, dari nonton film horor sambil makan yang katanya bisa bakar energi, olahraga sambil makan, makan makanan sehat sudah saya jabanin, tetap aja ni perut jendul, pipi tetap kaya bakpau. Sudahlah, lupakan curcolan saya yang tidak penting ini.
Ini adalah tugas saya di minggu ketiga dari Pak Rudy tentunya yang begitu famous and trendy dengan lagunya yang sangat populer Why you gonna be so rud(y)e? Don’t you know i am human too, why you gonna be so rud(y)e? I’m gonna marry her anyway!”. Magic! Grub band yang begitu penomenal yang juga baru saya tau adalah yang membawakan lagu ini.
Bicara dengan yang penomenal, saya kemarin mendengarkan cerita tentang 2 + 2 = 5 *hubungannya apaan coba?* tetang menekankan ide bahwa sugesti yang tanamkan pada orang itu bisa membuat seseorang itu yakin pada yang kita sugertikan. Saya mulai mencobanya dengan kekeh membuat argumen pasti yang saya perdengarkan dengan semua orang yaitu “saya ini CANTIK”. Meskipun mereka mengatakan bahwa itu tidak pantas, tidak cocok, tidak sesuai dengan muka (memang benar sih), bahkan ada yang melempar golok, parang, katana, tsuriken dan berbagai alat masak lainnya karna menolak keras dengan argumen saya yang saya yakini kebenarannya 100% kalau saya ini memang cantik!
Sampai kemana mana saya siarkan argumen saya yang aslinya sangat amat bohong ini. Tapi tidak ada yang mengakuinya, meskipun ada... dalam hati saya merasakan getaran sinyal yang berteriak “Bohong tuh! Bohong!!!”. Jujur meskipun menyakitkan... meskipun menyakitkan telinga... meski beraat melepasmu tapi kamu akan selalu dihatiku selamanya huoohuooooo!! *kris da yanti lepas! Kris da yanti lepaaasssss!* . maaf kejadian tadi yang tidak enak dihati. Tapi meskipun semua ini berat, saya tetap akan mengkoarkan argumen saya ini sampai seluruh dunia mengakuinya *ceileeehhh!*.
Saya ingin melanjutkan cerita saya kemarin, tapi entah kenapa ide saya menjadi hilang buyar tentang cerita itu karena kebanyakan fikiran, apalagi TO didepan mata ._. yang saya takuti dari semua pelajaran itu adalah.... BIOLOGI. Sisanya lumayan, tapi biologi ini sama sekali ga masuk ke otak!.
Ngomongin TO 1 nanti... saya jadi kepikiran tentang hari – hari di masa SMA saya yang tinggal sedikit. Saya menjadi terkenang dengan bagaimana konyolnya Melina dengan kegilaannya pada K-Pop dan orang-orang ganteng menurutnya, lalu gimana Oja dengan menangani jerawat dan perut buncitnya, bagaimana Widya yang selalu ada aja cerita tentang dia dan si Itu yang penuh intrik dan problema, Ghia yang diam – diam menggeboykan diri yang menambah tikungannya agar semakin tajam, Claudy yang entah kenapa selalu sepikiran dengan saya , Pewo yang selalu berbeda dan bersinar diantara lainnya, Matius yang entah kenapa kelakuannya jadi semakin gaje, Diena yang sekarang berjilbab tapi masih kijil, Vhirna yang suka nyubit, Ayu yang ngakunya sudah nggak setia, duet Tanti dan Rismila yang semakin berjaya, step yang kadang – kadang bawa makanan enak kesekolah, Irma yang mencintai perberdaan :3, juga para ladies cantik Elena, Widya Endut, Wanda dan Tisya yang semakin waw aja, Wulan juga dan ladies barisan belakan seperti Dieni, Marta, Vivin, Yanti makin klop aja oh iya Yanti jangan panikan ya, dan para Boys dari berbagai penjuru lain.
Ada satu orang yang akhir – akhir ini sudah tidak begitu dekat dengan saya. Saya tidak tau salah saya apa atau dia mungkin dia merasa bersalah sama saya? Membingungkan... padahal saya meskipun semarah apapun tidak bisa membencinya, saya tau mungkin ada salah satu salah saya yang tidak saya ketahui membuat dia jadi menjauhi saya. Padahal saya tidak bisa dijauhi seperti ini, tanpa sadar saya membuat tembok yang membuat saya juga segan untuk menegurnya terlebih dahulu. Anggaplah itu gengsi, tapi saya perempuan, saya tidak mungkin memulai. Padahal dia sangat berarti untuk saya, atau bisa dibilang saya yang bergantung pada dia. Karena hal ini saya merasa menjadi begitu lemah tanpa sadar. Mungkin ada benarnya kata – kata ini “Semakin cerianya orang itu, semakin banyak luka yang dia tutupi”.
Katanya tidak ada yang ditutupi lagi, katanya tidak ada yang di sembunyikan lagi, tapi tanpa sadar dia tidak pernah cerita lagi dengan saya, apa harus saya yang bertanya “Ada cerita apa hari ini?”. Semakin saya memikirkan hal tersebut, semakin juga saya memikirkan bahwa saya dan dia dan semua sahabat saya yang lainnya akan berpisah. Dia kalau bisa di bilang jahat ya jahat, mungkin yang paling jahat karena membuat banyak kenangan tapi tidak menuntaskan seperti ini. Tapi di sisi lain saya tidak ingin membebani dia dengan keegoisan saya yang ingin setidaknya dia terlihat ada buat saya, masih egois ya?? Hahaha.
Saya memang egois, tapi saya tidak bisa kejam padanya karena saya tidak sanggup berkata demikian. Saya perempuan, ya kalau tidak kuat lagi ya nangis, hahaha. Haaah... ini terlalu menyakitkan kalau semua hal ini akan berakhir. Saya akan merindukan semuanya pasti merindukannya, pasti menyakitkan dan mengharukan, pasti meninggalkan luka, yang paling sakit adalah saat saya tau saya akan berpisah dengan Ghia, Hogla Oja, Melina, Widya dan Dia, tidak ada lagi tawa mereka, banyolan mereka, ngambeknya mereka, ngeselinnya mereka, bullyan mereka, dan kebaikan mereka yang begitu besar.
Saya tidak ingin merepotkan siapapun, saya hanya berharap semua mendapatkan tempat kuliah dengan jurusan yang diinginkan, jangan buat janji – janji, jangan buat kesepakatan aneh, percaya deh dengan pergi kita mungkin akan memulai yang baru tapi yang lamalah yang membangun kita menjadi seperti ini. Keep Spirit!!! \(^o^)/.
PS. Buat Dia
Kamu itu bersinar, aku tau kamu pasti bakalan jadi orang hebat. Fokus aja jangan mikirin yang aneh2 apalagi aku (^o^) pede sekali lah. Kamu masih Sahabatku yang paling tangguh! Kejar ja yang kam mau kejar, aku nggak bakalan ngehalangin kok. Sukses ya... kamu pasti bahagia, jangan mikirin aku, aku cukup begini aja (>.<) pede sekali dipikirin. Aku selalu doain kamu disini :D. Makasih dan maaf buat semuanya :’D.

Akhir kata, ini blog saya minggu ini, sampai jumpa minggu depaaaannnn!!!


Minggu, 18 Januari 2015

Blog Minggu II


Tadaaa! Kembali lagi dengan si cantik jelita cetar membahana yang wajahnya ga jauuuhhhh beda tapi amat sangat beda dari Pevita Pierce *Tepok jidat!* berhubung demikian saya mulai memperhatikan tubuh saya yang lumayan semok ini. Liat atas ampe ke bawah rasanya yaa... kurang menawan tapi menarik :3 . Saya memfokuskan arah pandangan pada wajah saya. Ternyata wajah saya ini mirip Papah saya (yaelaah! Emang mirip sape lagii?). Oke serius. Wajah saya ini unique dan rada jarang ada di muka bumi ini.
Udah ah dari pada ngawur – ngawur ga jelas, saya menyuguhkan kembali ketikan ketikan saya ini pada anda karena ini termasuk tugas mingguan saya, dan kini sudah pada Minggu ke 2 \(^o^)/ . bekutat lagi dengan kebiasaan saya yang mengunakan ketikan 11 jari ini dan saya mulai menggunakan jari yang lain meskipun sekenanya dan se ala kadarnya dan juga sealakadarnya (--“).
Ehem, saya ini ehem bukannya sombong ehem, saya baru aja mendapatkan sesuatu yang hangat dan enak dipeluk, dia lembut dan ngangenin, dia yang selalu pengertian, dia yang selalu melindungiku dikala dingin dan terkadang menjadi tempatku bersandar pada dirinya, dia yang tiap malam tidur bersamaku.... ialah SELIMUT YANG BERMOTIF DORAEMON atau bisa kita panggil LIMON (seLImut doraeMON). Andaikan saja si Limon itu seekor eh sebuah lelaki... tapi nggak mau ah, kan beyum muhyim :3 *Dilempar cobek!* .
Tuhkan kebiasaan... malah ngelantur nggak jelas kaya orangnya aja -_______- . Kembali ke pokok bahasan, tugas ini masih diberikan oleh guru yang sama yaitu Ayah dari anak – anak Expresso yaitu Pak Rudy dengan lagu andalan beliau yaitu “Why you gonna be so rud(y)e? Don’t you know i am human too, why you gonna be so rud(y)e? I’m gonna marry her anyway!”.
Pada bahasan kemarin ini membasan salah satu bahasan yang memang sangat menyentuh dan mengena pada saya. Masalah cewe! Perempuan! Wanita! Yang menurut seluruh umat lelaki di seluruh dunia ini amat rumit binti ruet. Padahal perempuan itu simpel kok, contoh saja saya yang sangat teramat sangat simpel (ini sih dari sananya *plak! Tepok jidat pake stopmap plastik* ).
Perempuan itu pada kodratnya memang begitu, entah kenapa kami lebih menggunakan body language dari pada bibir language. Kalau pada sesama jenis, mungkin kami terkadang dan memang seringnya akan melakukan pembicaraan seperti ini:
Ce 1 : Eh,sis tau ga itu tuh                            
Ce 2 : Kenapa ama dia?
Ce 1 : Dia begitu begitu
Ce 2 : Ciyus lo? Sumpe? Boong ah!
Ce 1 : enelan! Gua kemaren liat dia ehmmm
Ce 2 : gila banget! Kaya ga ada kerjaan aja
Ce 1 : iya tuh ga ada kerjaan kali
Dari percakapan diatas itu REAL tanpa ada kata yang dibuang atau pemalsuan ucapan, ya karna cewe dengan gitu adanya dan begonoh dari sananya. Tapi kalau cewe sama cowo jadinya ga konek, liat deh buktinya :
Ce 1 : eh,bro tau ga itu tuh
Co : itu? Itu apaan?
Ce 1 : itu lo ituuu
Co : apaan sih itu itu?
Ce 1 : itu lo itu yang ituuuuu
Co : apaaan sih? Ngomong yang jelas coba
Ce 1 : huh!
Co : nah, sekarang loe kenapa?
Ce 1 : nggak papa
Co : eh? Tadi kan elu ngajak ngomong, woy! Woy! Kok ditinggalin? Woy! Wooooooyyyyyyyy!
(adengan selanjutnya di skip karena ada Silent War yang akan terjadi eh yang pasti terjadi yang penuh kebisuan dan suasana mencekam melebihi nonton Sinister di laptop sendirian dalam kamar yang gelap di tengah maam dengan keadaan mati lampu dan hujan petir membahana yang aslinya ciyuusss).
Haduh dasar cewe... cewe... *mau tepok jidat pake linggis, tapi keder duluan*. Wanita memang racun dunia, ungkapan si Tria Changcuters memang super duper benar sekali dan patut dilempari cobek eh di lempar kembang 7 rupa eh di lempar mawar. Saya sebagai perempuan juga terkadang bingung dengan diri saya sendiri apa sebenarnya kelamin saya? *bukaaannnn!!!!* apa sebenarnya diri saya? Apa seikat Power Ranger? Apakah saya seekor Sailor Moon? Apakah saya seorang kapiten? Siapa saya? Siapa sayaaaaa? *dilempar asbak!*.
Menjadi perempuan itu memang banyak tuntutannya, selain harus cantik ya setidak terlihat sekilas kalo lumayan cantik tapi juga harus wangi! Nggak lucu dong muka kaya Pevita Pierce-ituloh artis yang ngakunya mirip aku-, tapi bau ketek kayak kuli panggul? Terlalu parah saudara...! sangat amat parah!. Ngomong – ngomong masalah bau ketek, saya punya anti sipasi untuk masalah itu yaituuuuuuu Deodoran *dikejar orang sekampung* (Eh bengak! Nenek – nenek lagi makan steak juga tau kalau obat bau ketek itu deodoraaannnn!!!!). Deodoran itu termasuk dalam berbagai kebiasaanku di pagi dan sore hari. Dari yang Role on, aerosol, sampai colek – colek kaya sabun pernah saya coba, meskipun ga dicoba oleh ITB dan IPB saya tetap mencobanya, yaaa kali aja di kasih Nobel dengan gelar TESTER DEODORAN TERBAIK yang sangat cetar membahana yang aslinya ga ada.
Tapi dari berbagai uji nonklinis apalagi higienis yang saya lakukan, saya melakukan percobaan pertama yaitu pada sistem colek – colek bebek. Harga sih irit ya cuma 3 ribuan gitu tapi yang sakitnya itu Miss Ketty jadi lebih rimbun dari biasanya. Akhirnya saya menghentikannya dan lebih memilih ke jenis lain, kan ga lucu kalau pas pake tanktop keluar silia silia yang penuh getaran yang menggetarkan hati setiap umat.
Uji kedua yaitu pada role on, lumayan sih harganya, tapi hasilnya tidak ada lagi silia silia bergetar yang membahana itu, tapi! (lagiii?) si Miss Ketty menjadi agak menggelap. Haduuhhh, salah lagi salah lagi!!!. Ganti deh gantiiii!.
Uji ke tiga yaitu aerosol yang hasilnya tanpa silia, tanpa penggelapan Miss Ketty tapiiiiiiiiiiii!!!!!! Aromanya itu looo, bikin saya yang notabennya memang pemilik penyakit dengan nama ilmiah Syesyak Nuafuas ini hengap – hengap. Saking gilanya ampe keliengan sendiri! Kok malah serba salah sih? Kan cuma mau harum doang (T^T).
Ternyata Tuhan tidak tinggal diam, sang pencipnya menciptakan umatnya yang menciptakan Deodoran Role on tapi dengan PENCERAH. Lagu Naff terasa mengiang di telinga deh pokoknya “Ak... hir... nya ku menemukanmu, saat hati ini mulai merapuhh...”. Rasa pengen jingkrak – jingkrak di super market yang lumayan gede ini saking girangnya :3.
Lepaskan pikiran dari hal hal yang berhubungan dengan ketek, saya mencoba mengalihkan pembicaraan pada beberapa hal yang memang signifikan dikalangan cewe dan cowo, APA SIH YANG CEWE BUTUHIN?
Itu sih gambang! Cuma seorang cowo yang mengerti dia luar dalam atau nggak punya ilmu telepati biar bisa tau body language  dari perempuan.
Ngomong – ngomong masalah itu, dan juga blog saya ini bersambung, saya jadi punya keinginan membuat cerita bersambung. awalnya saya ingin membuat cerita yang menggambarkan dunia gelap dan terang seperti yang sedang saya pelajari sekarang dengan versi saya. tapi berhubung saya ini tidak bisa serius, saya akhirnya membanting stir ke cerita masalah cewe, tentang mengejar, tentang perjuangan, tentang kesetiaan, tengtang persahabatan yang menggambarkan titik balik dari seorang cewe yang awalnya berada pada kegelepan dan menuju jalan yang terang. Saya memutuskan untuk membuat cerita testing... ini dia :

1.                Hujan
Rabu malam yang begitu basah. Meteor cair berjatuhan dari langit menghempaskan dirinya di bebatuan. Malam yang begitu mencekam, ketakutan begitu terasa. Aku seperti tak menginjak bumi, tanganku bergetar hebat. Air mataku bercucuran bersama dengan hujan.Aku terlalu lepas kontrol sehingga memeluk tubuh dipangkuanku ini dengan begitu erat, seakan tidak mau melepas lagi, seakan tidak mau kehilangan lagi.
Tubuhnya mulai mendingin, cairan merah yang keluar dari tubuhnya begitu banyak mengalir bersama aliran air hujan yang sudah berada di permukaan tanah. Aku tidak henti-hentinya menyalahkan diriku sendiri… ini semua salahku ini semua salahku.
“Anna… aku nggak papa… kamu jangan kayak gini… Na…”. Ucapnya dengan lirih. Aku semakin menangis.
“Nggak… ini salah aku, maafin aku … seharusnya aku nggak kayak gini, aku yang bego… Aku!”. Aku mendekapnya semakin erat. Dia juga memelukku dengan lembut.
Dia tetap tenang, seperti biasa dia lakukan. Dia tidak ingin merepotkan orang lain, seperti biasanya… bahkan pada saat seperti inipun dia yang menghiburku. Bodohnya aku….
Kami terjebak di jurang yang lumayan dalam, kakiku terkilir dan dia tertusuk kayu di perutnya. Kami tidak bisa menolong satu sama lain. Kami cuma bisa menunggu di sini sampai bantuan datang yang entah kapan datangnya.
Aku masih berada dalam kekalutan. Bukan dingin yang membuatku menggigil hingga bergetar segini hebatnya, bukan rasa sakit dari kakiku yang membuatku menangis sedemikian pilunya, tapi Dia, karena dia aku begini. Mengawatirkannya membuat semua rasa sakit ditubuhku menghilang. Tak terasa lagi.
Matanya menatapku lembut, seperti biasanya. Dia mengusap rambutku, menenangkanku. Tuhan, aku memang selalu kalah kalau bersama dia…
“Kamu kenapa Na? kamu nggak biasanya kayak gini, kalau ada masalah apa-apa cerita sama aku…. Jangan kayak gini…”. Katanya, mencoba kembali kepermasalan awal. Aku cuma bisa menggeleng.
“Kamu harus cerita Na!”. Sekarang dia mulai untuk meninggikan suaranya.
“Ceritanya panjang… aku nggak mungkin cerita sekarang…”.
“Nggak ada kata nggak mungkin Na, setidaknya kamu cerita sampai regu penolong datang...”. ucapnya di antara ringisan rasa sakitnya. Aku menggangguk, aku mulai berkata demi kata…
2.              Cerah
Tengah hari yang lumayan panas. Aku duduk di bangku pinggir lapangan basket sendirian. Seperti biasa. Bukan berarti aku anak yang kuper ya! Aku cuma suka sendirian aja kalau lagi suntuk.Dunia ini begitu membosankan. Dikenal banyak orang, bukan berarti kamu punya banyak teman kan? Inikah yang disebut kehidupan? Terlalu membosankan.
Mungkin omonganku yang sebenarnya dalam hati itu didengar oleh Tuhan, dan… sesuatu terjadi.Dia datang tanpa diundang.Sebuah lingkaran hitam terlihat mendekat, dan sekarang lingkaran itu berwarna kecoklat-coklatan.Teriakan nyaring terdengar dari beberapa sudut, tapi posisiku yang baru sadar dari lamunan membuat repleksku begitu lambat.
“Buk!!!”.Bola menghantam keras tepat di wajahku.Seketika pandanganku buyar dan gelap.

000

“Elu sih ngoper nggak becus!”.
“Elu yang nge-shoot nggak ke kontrol!”.
“Udah woy! Anak orang pingsan elu malah ngeributin masalah beginian! Kalian ini semuanya salah! Main basket kok pake kaki?”.
“Kalian, kalian, elu juga ikut main, peak!”.
“Lo lo pada kalo mau berantem jangan di UKS! Lapangan belakang sana!”.
“INI KAN GARA-GARA ELO! BEGO!”.Semuanya koor. Aku yang masih sakit kepala cuma bengong liat cowok-cowok nggak jelas ini berdebat hal aneh.Mereka sedang asyik bertoyor-toyor ria, sedangkan aku? Makin sakit kepala melihat tingkah mereka. Tuhan! Pingsankan aku lagi!.
Mereka mulai berhenti, yang paling tinggi mulai menatapku dan nyengir. Diikuti oleh teman-temannya yang lain. Yang paling mereka bully, masih terkapar di lantai, lalu dia mulai bangun menampilkan giginya yang putih dan jujur sisanya nggak.
“Udah sadar,Na?”. Kata Rio, sekarang aku mulai bisa mengingat siapa saja mereka. Aku balas dengan anggukan.
“Untung idung loe nggak tambah pesek ya”.Seketika sebuah tamparan menumbangkan Saka.Mati kah dia?
“Ada yang masih sakit?”.Kata… dia siapa ya?Hendra? Rendra?.“Lupa ya ama gue?Gue temennya Hani”.Hani? Oh temen sekelasku. Temen Hani? Ah aku ingat!.
“Yang baru diputusin sama Hani itu ya? Andra kan?”.Ucapku dengan super polos, dan akhirnya buat mereka semua ketawa.
“Kasian loe Ndra, terkenal gara-gara diputusin. Hahaha!”.Ucap Romi sambil ketawa ngakak.
“Kasian, kasian, kasian. Hahahaaa!!”.Sambung Kobar.
“Udah woy!Loe beneran nggak ada yang sakit lagi?Apa perlu loe kite-kite anter pulang aja? Rumah loe jauh apa dekat?”. Borong Andra.
“Loe nanya apa lapar? Ngeborong aje! Eh iya, loe nggak papa?”. Tanya Romi.
“Aku nggak papa kok, tinggal pusing aja sama benjolnya nih sakit”.Jawabku, yang tiba-tiba membuat semuanya diam. Aku salah ngomong ya?
“Eeee… kamu bisa jalan nggak? Eh, mendingan kamu disini aja dulu sampai mendingan. Anak PMR mana sih? Eni tadi ada kok nggak keliatan?”. Kata Andra. Dia seperti memecah keheningan dan mengalihkan perhatian. Keliatan sih muka-muka mereka bengong + kaget gara-gara dari tadi mereka pake loe-gue dan aku langsung bales pake aku-kamu. Kebiasaan sih, jadi nggak bisa ikut-ikutan gaya orang.
“Maafin kami ya, nggak sengaja kena kamu tadi”.Kata Rio dengan wajah bersalah. Aku memang nggak marah sih..
“Nggak papa kok, aku aja yang kurang repleks”.Jawabku sambil cengengesan.Mereka ketawa liat tingkahku. Aku tambah cengengesan
Disela-sela pembagian kelas seperti ini -yang belum kelar-kelar juga-, memang yang datang kesekolah cuma buat main-main doang. Aku datang kesekolah cuma buat ngurus berbagai pembayaran yang syuper ribet, harus kesinilah, kesanalah, fotocopy inilah,itulah, bayar sanalah, sinilah, ribet deh pokoknya. Kalau untuk datangin teman…. Jujur aku nggak ada teman akrab.Kalau teman ngobrol gitu-gitu aja sih ada, tapi ya itu, nggak akrab.
Kadang aku iri sama segerombolan aneh Saka, Romi, Rio, Kobar dan Andra ini. Mereka kemana-mana berlima. Romi yang populer karena bertampang lumayan dan suara bagus, Andra yang populer karena pinter dan banyak temen, Kobar yang anak basket, Rio yang atlet atletik, Saka yang anak band, gabungan mereka membuat mereka jadi terkenal dan juga sangat akrab.
Aku? Cuma seorang Anna Maika Putri Surya Purnomo, bukan anak yang terkenal-banyak sih yang tau namaku,cuma aku aja yang nggak tau nama mereka- dan memang biasa aja. Aku bukan juga anak yang penyendiri, biasanya aku muncul di tengah-tengah geng-geng untuk menjadi pelengkap. Tapi itulah aku…
“Nah! Eni datang! Lama amat loe? Kemane aje?”.Tanya Saka dengan wajah senganya.
“Nyari es batu, mana jalan kaki lagi… Kenapa nggak kalian aja yang nyari tadi?”.Eni mulai membara.Kecapean kali ya.
“Coba taruh dulu es batunya, nanti mencair lagi gara-gara keder denger elo marah”.Kata Kobar disambung tawa dari mereka.
“Dasar! Eh, tadi ada yang nyariin elo Na,itu dia”. Eni menunjuk ke pintu masuk dan seperti ada angin alam yang bikin aku sadar :3. Saat dia memasuki ruangan, serasa ada AC yang ngikutin dia kemana-mana. Semua mata kini tertuju pada dia... siapakah dia? siapakah laki-laki yang bersama anna pada Part 1?
Kalau emang penasaran, follow dan mention ke @Hexas_Sarastiwi :3
Makasih untuk yang telah khilaf baca ini.... Saya Hexas si cantik yang mirip Pevita pamit yaa, sampai jumpa minggu depan :3 :*.

Minggu, 11 Januari 2015

Blog Minggu I



Eng ing eng! Balik lagi nih sama si cantik manis membahana Hexas yang selalu imut dan ngangenin ini J . Ini adalah tulisan blog kesekian dariku yang entah kenapa juga aku nulis ini. Berhubung viewer dari blogku ini lumayan nggak ada peminatnya (T^T) *Nangis di pohon toge*  aku sedang berupaya untuk setidaknya ada viewernya dengan memposting tentang blogku di FB. Setelah penantianku yang lumayan panjang (aslinya bohong sih) aku akhirnya mendapatkan sedikit sekali viewer yang artinya nggak ada perkembangan. Untuk mengembangkannya aku mencoba menanam toge di pot kecil di samping rumah. Dan yang menjadi pertanyaannya kenapa aku menanam toge? Kenapa harus toge? Ada apa antara aku dan toge?. Baiklah lupakan itu.
Balik ke alasan awal aku membuat tulisan ini karena tidak lain dan tidak bukan dan tidak salah lagi karena tugas. Yap! Tugas. T.U.G.A.S. Tulisan Untuk Guru Anda Semua. Sekedar informasi saja yang sebenarnya tidak harus anda sekalian ketahui Tulisan Untuk Guru Anda Semua ini adalah menyimak kembali perkataan dari guru saya Pak Rudy yang namanya di abadikan oleh grub band Magic! Dalam Lagunya yang berjudul Rud(y)e dengan lirik pada reff-nya:
Why you gonna be so rud(y)e?
Don’t you know i’m humn too
Why you gonna be so rud(y)e?
I’m gonna marry her anyway
Sebenarnya guru saya itu tidak seperti arti lirik itu, dia malah lebih menjurus ke humoris. Kembali ke laptop! Kata Pakde Tukul. Saya sekarang mulai mengingat-ingat kembali apa yang dikatakan oleh guru saya tentang hal yang kemarin itu.
Setelah mengingat perkataan kemarin saya jadi kepikiran tentang Universitas yang akan saya tuju. Inginnya sih saya masuk ITB tempat tujuan para calon Engineer di Indonesia. Tapi apalah daya saat ayah saya berkata “Kamu jangan sekolah jauh-jauh, di Kalimantan aja, Banjar paling jauh”. Akhirnya dengan perasaan hati yang hancur (aslinya super bohong) saya memilih untuk SNMPTN nanti di dua tempat yaitu :
Unlam
Jurusan  : 1. Teknik Kimia
                2. Teknik Pertambangan/Farmasi
Unpar
Jurusan  : 1. Teknik Pertambangan
               2. Teknik Sipil/Pend. Kimia (ini masih galau super)

Entah kenapa saya ingin sekali jadi Insinyur. Kan keren juga nama nanti pas sarjana jadi Ir. Hexas Sarastiwi Handayani Putri ST. :3 sekalian mau meneruskan cita-cita ayah agar salah satu anaknya jadi Insinyur J. Entah kenapa (lagi?) saya sama sekali tidak ingin menjadi Dokter. Bukannya apa sih cuma saya sangat amat sangat sangat sadar kalau saya ini jadi seorang Dokter, yang kasihan itu pasien saya. Nggak lucu dong nanti malah wajah yang tidak menunjang ini jadi dokter nanti pasti ceritanya gini:
Saya (ceritanya dokter) : Sakit apa pak?
Bapak Udin : Hah? Kok malah perawat yang periksa saya, mana Dokternya?
Saya : Ini saya Dokternya.
Bapak Udin : nggak mungkin... Wong saya tiap liat dokter itu cantik, putih, tinggi kok anda kebalikannya?
Saya : Pak mau diperiksa nggak?
Bapak Udin : Nggak! Saya nggak mau! Tidak! Keluarkan saya dari siniiii! Ada dokter gadungaaaannn!
Saya :&*^&%&^$$$%#&##@!
Selain wajah saya yang tidak menunjang, saya juga memiliki otak yang alhamdulillah sedikit di atas standar. Kalau saja saya berotak seperti Ilham, Jesica mungkin saya sedikit Percaya Diri untuk ikut mendaftarkan diri diantara wajah-wajah mempesona itu. Seandainya juga ya seandainya... orang tua saya itu berlebihan mungkin saya punya setidaknya niat untuk masuk kedokteran tersebut. Tapi apalah dikata.
Kembali lagi kepermasalahan, kuliah itu sangat kompleks menurut saya. Kuliah itu saat dimana semuanya akan berbeda dan mungkin sangat amat sangat berbeda. Katanya ni ya katanya, orang muka dibawah standar pun bisa dapat pacar di kuliahan. Katanya juga kalau (ini yang paling mengerikan) 90% anak kuliahan itu tidak Virgin atau tidak Cherryboy lagi L sedih banget dengar hal - hal yang tidak mengenakan begitu. Sebenarnya saat saya mendengarkan hal itu saya sangat amat terpukul (Bohong ini super bohong!).
Sebelum menulis tentang perkampusan dan tetek bengeknya, saya ingin menulis tentang gerbang pembukanya yaitu UJIAN NASIONAL. Kalau dianggap musuh, kayaknya terlalu gimana gitu, nganggep temen juga nggak, karena katanya kalau mau temenan itu harus kenalan dulu... yah meskipun pernah kenalan di akhir SD dan SMP tetap aja nggak kenal sama dia. Entah dia itu orang nya sombong atau sok cuek atau malah care (peduli) atau bahkan penyayang. Tapi sejujurnya dari lubuk hati saya yang terdalam saya sangat amat sangat tidak ingin kenal dia. Tapi (Lagiiiii?) saya harus kenal dia bagaimana pun caranya agar saya bisa menyelesaikan bangku perSMAan ini.
Tapi (Lagi lagi dan lagiiii?) bangku SMA itu sangat amat sangat beragam kejadian yang telah terlewati. Dari memalukan diri sendiri untuk kesekian kalinya, bertemu dengan watak – watak orang yang beda banget dari temen – temen SD dan SMP, berteman sebagaimananya realnya berteman, ngerasain perasaan yang aneh, ngeliat tingkah – tingkah gila para pelaku pembuat kegembiraan, ngeliat aksi kekonyolan para murid iseng, ngeliat gimana hidup sebenarnya, gimana yang namanya nangis gara – gara hal kecil atau hal besar, membela yang ga tau salah atau benarnya, berteman dengan orang yang karakternya aneh – aneh. Sampai ngalamin hal lumrah bagi setiap manusia yaitu ‘Jatuh Cinta’ mungkin yang paling gila ya di SMA ini.
Beberapa tulisanku di SMA ini ya berkisah tentang gimana saya di dunia nyata. Salah satunya yaitu kiriman saya buat Pak Rudy yang berjudul ‘Bergerak Dalam Diam’ adalah kisah nyata. Lalu juga pernah saya membuat 1 buah buku yang tulis tangan ( Ini jujur ) tentang gimana saya mengenal dan mulai jatuh hati pada si Mr. Doubleu yang mantan anak murid Pak Rudy di X – 7 (stttt!). Itulah karya pertama saya yang saya buat di SMA ini. Begitu banyak kenangan indah yang sulit diungkapkan dengan kata – kata. Dan yang paling beragam itu setelah saya bertemu seseorang yang sekarang jadi sahabat saya yaitu si *Tiiit!* yang tidak boleh disebutkan namanya J .
Sejujurnya kalau bisa bilang, saya sempat merasa kalau hidup saya membosankan... tapi setelah bertemu dia, entah apa yang dia buat tapi kehidupan saya jadi sangat amat berwarna.
Oh iya, mengutip dari pembicaraan Pak Rudy kemaren dengan lagu yang masih terngiang dari Magic! “Why you gonna be so rud(y)e? Don’t you know i’m humn too Why you gonna be so rud(y)e? I’m gonna marry her anyway”  saya sangat menyukai kata-kata Adolf Hitler yang begini :
Saya bisa saja menghabiskan semua orang Yahudi, tapi saya sisakan beberapa agar kamu tahu mengapa saya membunuh orang Yahudi”.
Bicara tentang Yahudi, dalam agama saya juga sangat mempermasalahkan tentang mereka tapi saya tidak bisa menulis terlalu dalam tentang mereka karena takutnya salah kata. Kan ada yang bilang tulisanmu harimaumu  (aslinya ngaco) seperti si Jhonru itu yang nulis – nulis ga jelas tapi minta dibeli bukunya *tepok jidat*. Percaya atau tidak saya mungkin berbakat menjadi penulis (nggak nyambung).
Mungkin banyak yang harus saya tuliskan lagi tapi jari saya sudah lumayan kriting karena saya mengetik 11 jari (you know lah what i mean).
Ehm! Saya ingin perkenalan sedikit tentang saya, Hexas Sarastiwi Handayani Putri. Anak bungsu dari 3 bersaudara yang penyuka Universal ini aslinya ketakilan dan urakan. Mungkin karena sekolahnya dulu di SMPN 1 Kapuas Murung dia anak tomboy yang lebih memilih boxer dari pada apapun. Karena nazar, di SMA dia pake kerudung, dan agak kalem sedikit (Kalemnya gitu ketakilannya gimana?). Dulu waktu mau lahir, pengen di lahirin di Jepang, tapi karena kehabisan tiket, lahirnya di RS (Rumah Sendiri) Muara Teweh, 15 Juni 1997. Gokilnya lagi setiap Ultah selalu di hari Ulangan. Punya segudang mimpi yang terpendam, tapi karena kebanyakan malah pusing sendiri. Punya banyak temen, tapi susah inget nama dan muka orang.
Yup! Mungkin cukup disini saja perkenalan saya yang aslinya tidak terlalu penting ini. Akhir kata. Terima Kasih :*