Minggu, 11 Januari 2015

Blog Minggu I



Eng ing eng! Balik lagi nih sama si cantik manis membahana Hexas yang selalu imut dan ngangenin ini J . Ini adalah tulisan blog kesekian dariku yang entah kenapa juga aku nulis ini. Berhubung viewer dari blogku ini lumayan nggak ada peminatnya (T^T) *Nangis di pohon toge*  aku sedang berupaya untuk setidaknya ada viewernya dengan memposting tentang blogku di FB. Setelah penantianku yang lumayan panjang (aslinya bohong sih) aku akhirnya mendapatkan sedikit sekali viewer yang artinya nggak ada perkembangan. Untuk mengembangkannya aku mencoba menanam toge di pot kecil di samping rumah. Dan yang menjadi pertanyaannya kenapa aku menanam toge? Kenapa harus toge? Ada apa antara aku dan toge?. Baiklah lupakan itu.
Balik ke alasan awal aku membuat tulisan ini karena tidak lain dan tidak bukan dan tidak salah lagi karena tugas. Yap! Tugas. T.U.G.A.S. Tulisan Untuk Guru Anda Semua. Sekedar informasi saja yang sebenarnya tidak harus anda sekalian ketahui Tulisan Untuk Guru Anda Semua ini adalah menyimak kembali perkataan dari guru saya Pak Rudy yang namanya di abadikan oleh grub band Magic! Dalam Lagunya yang berjudul Rud(y)e dengan lirik pada reff-nya:
Why you gonna be so rud(y)e?
Don’t you know i’m humn too
Why you gonna be so rud(y)e?
I’m gonna marry her anyway
Sebenarnya guru saya itu tidak seperti arti lirik itu, dia malah lebih menjurus ke humoris. Kembali ke laptop! Kata Pakde Tukul. Saya sekarang mulai mengingat-ingat kembali apa yang dikatakan oleh guru saya tentang hal yang kemarin itu.
Setelah mengingat perkataan kemarin saya jadi kepikiran tentang Universitas yang akan saya tuju. Inginnya sih saya masuk ITB tempat tujuan para calon Engineer di Indonesia. Tapi apalah daya saat ayah saya berkata “Kamu jangan sekolah jauh-jauh, di Kalimantan aja, Banjar paling jauh”. Akhirnya dengan perasaan hati yang hancur (aslinya super bohong) saya memilih untuk SNMPTN nanti di dua tempat yaitu :
Unlam
Jurusan  : 1. Teknik Kimia
                2. Teknik Pertambangan/Farmasi
Unpar
Jurusan  : 1. Teknik Pertambangan
               2. Teknik Sipil/Pend. Kimia (ini masih galau super)

Entah kenapa saya ingin sekali jadi Insinyur. Kan keren juga nama nanti pas sarjana jadi Ir. Hexas Sarastiwi Handayani Putri ST. :3 sekalian mau meneruskan cita-cita ayah agar salah satu anaknya jadi Insinyur J. Entah kenapa (lagi?) saya sama sekali tidak ingin menjadi Dokter. Bukannya apa sih cuma saya sangat amat sangat sangat sadar kalau saya ini jadi seorang Dokter, yang kasihan itu pasien saya. Nggak lucu dong nanti malah wajah yang tidak menunjang ini jadi dokter nanti pasti ceritanya gini:
Saya (ceritanya dokter) : Sakit apa pak?
Bapak Udin : Hah? Kok malah perawat yang periksa saya, mana Dokternya?
Saya : Ini saya Dokternya.
Bapak Udin : nggak mungkin... Wong saya tiap liat dokter itu cantik, putih, tinggi kok anda kebalikannya?
Saya : Pak mau diperiksa nggak?
Bapak Udin : Nggak! Saya nggak mau! Tidak! Keluarkan saya dari siniiii! Ada dokter gadungaaaannn!
Saya :&*^&%&^$$$%#&##@!
Selain wajah saya yang tidak menunjang, saya juga memiliki otak yang alhamdulillah sedikit di atas standar. Kalau saja saya berotak seperti Ilham, Jesica mungkin saya sedikit Percaya Diri untuk ikut mendaftarkan diri diantara wajah-wajah mempesona itu. Seandainya juga ya seandainya... orang tua saya itu berlebihan mungkin saya punya setidaknya niat untuk masuk kedokteran tersebut. Tapi apalah dikata.
Kembali lagi kepermasalahan, kuliah itu sangat kompleks menurut saya. Kuliah itu saat dimana semuanya akan berbeda dan mungkin sangat amat sangat berbeda. Katanya ni ya katanya, orang muka dibawah standar pun bisa dapat pacar di kuliahan. Katanya juga kalau (ini yang paling mengerikan) 90% anak kuliahan itu tidak Virgin atau tidak Cherryboy lagi L sedih banget dengar hal - hal yang tidak mengenakan begitu. Sebenarnya saat saya mendengarkan hal itu saya sangat amat terpukul (Bohong ini super bohong!).
Sebelum menulis tentang perkampusan dan tetek bengeknya, saya ingin menulis tentang gerbang pembukanya yaitu UJIAN NASIONAL. Kalau dianggap musuh, kayaknya terlalu gimana gitu, nganggep temen juga nggak, karena katanya kalau mau temenan itu harus kenalan dulu... yah meskipun pernah kenalan di akhir SD dan SMP tetap aja nggak kenal sama dia. Entah dia itu orang nya sombong atau sok cuek atau malah care (peduli) atau bahkan penyayang. Tapi sejujurnya dari lubuk hati saya yang terdalam saya sangat amat sangat tidak ingin kenal dia. Tapi (Lagiiiii?) saya harus kenal dia bagaimana pun caranya agar saya bisa menyelesaikan bangku perSMAan ini.
Tapi (Lagi lagi dan lagiiii?) bangku SMA itu sangat amat sangat beragam kejadian yang telah terlewati. Dari memalukan diri sendiri untuk kesekian kalinya, bertemu dengan watak – watak orang yang beda banget dari temen – temen SD dan SMP, berteman sebagaimananya realnya berteman, ngerasain perasaan yang aneh, ngeliat tingkah – tingkah gila para pelaku pembuat kegembiraan, ngeliat aksi kekonyolan para murid iseng, ngeliat gimana hidup sebenarnya, gimana yang namanya nangis gara – gara hal kecil atau hal besar, membela yang ga tau salah atau benarnya, berteman dengan orang yang karakternya aneh – aneh. Sampai ngalamin hal lumrah bagi setiap manusia yaitu ‘Jatuh Cinta’ mungkin yang paling gila ya di SMA ini.
Beberapa tulisanku di SMA ini ya berkisah tentang gimana saya di dunia nyata. Salah satunya yaitu kiriman saya buat Pak Rudy yang berjudul ‘Bergerak Dalam Diam’ adalah kisah nyata. Lalu juga pernah saya membuat 1 buah buku yang tulis tangan ( Ini jujur ) tentang gimana saya mengenal dan mulai jatuh hati pada si Mr. Doubleu yang mantan anak murid Pak Rudy di X – 7 (stttt!). Itulah karya pertama saya yang saya buat di SMA ini. Begitu banyak kenangan indah yang sulit diungkapkan dengan kata – kata. Dan yang paling beragam itu setelah saya bertemu seseorang yang sekarang jadi sahabat saya yaitu si *Tiiit!* yang tidak boleh disebutkan namanya J .
Sejujurnya kalau bisa bilang, saya sempat merasa kalau hidup saya membosankan... tapi setelah bertemu dia, entah apa yang dia buat tapi kehidupan saya jadi sangat amat berwarna.
Oh iya, mengutip dari pembicaraan Pak Rudy kemaren dengan lagu yang masih terngiang dari Magic! “Why you gonna be so rud(y)e? Don’t you know i’m humn too Why you gonna be so rud(y)e? I’m gonna marry her anyway”  saya sangat menyukai kata-kata Adolf Hitler yang begini :
Saya bisa saja menghabiskan semua orang Yahudi, tapi saya sisakan beberapa agar kamu tahu mengapa saya membunuh orang Yahudi”.
Bicara tentang Yahudi, dalam agama saya juga sangat mempermasalahkan tentang mereka tapi saya tidak bisa menulis terlalu dalam tentang mereka karena takutnya salah kata. Kan ada yang bilang tulisanmu harimaumu  (aslinya ngaco) seperti si Jhonru itu yang nulis – nulis ga jelas tapi minta dibeli bukunya *tepok jidat*. Percaya atau tidak saya mungkin berbakat menjadi penulis (nggak nyambung).
Mungkin banyak yang harus saya tuliskan lagi tapi jari saya sudah lumayan kriting karena saya mengetik 11 jari (you know lah what i mean).
Ehm! Saya ingin perkenalan sedikit tentang saya, Hexas Sarastiwi Handayani Putri. Anak bungsu dari 3 bersaudara yang penyuka Universal ini aslinya ketakilan dan urakan. Mungkin karena sekolahnya dulu di SMPN 1 Kapuas Murung dia anak tomboy yang lebih memilih boxer dari pada apapun. Karena nazar, di SMA dia pake kerudung, dan agak kalem sedikit (Kalemnya gitu ketakilannya gimana?). Dulu waktu mau lahir, pengen di lahirin di Jepang, tapi karena kehabisan tiket, lahirnya di RS (Rumah Sendiri) Muara Teweh, 15 Juni 1997. Gokilnya lagi setiap Ultah selalu di hari Ulangan. Punya segudang mimpi yang terpendam, tapi karena kebanyakan malah pusing sendiri. Punya banyak temen, tapi susah inget nama dan muka orang.
Yup! Mungkin cukup disini saja perkenalan saya yang aslinya tidak terlalu penting ini. Akhir kata. Terima Kasih :*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar