Minggu, 15 Februari 2015

Blog Minggu VI

Drama Kehidupan



Apakah anda yakin anda tidak sedang berpura – pura? Jujur kah anda selama ini?. Bukan hal mudah memang untuk jujur karena sekarang keadaanya sudah berbeda, apalagi kalau bukan karena negara api yang menyerang *Pletak! Kena jurus jitakan api dari Zuko*. Kita ini sedang berada di era yang aneh, dimana yang bohong itu dipuja dan yang jujur dihina contohnya saya yang sudah jujur kalau saya ini mirip sekali dengan Pevita Pierce, tapi saya malah di hina – hina layaknya seorang yang emang terhina. Bahkan di jalan (entah jalan apa) saya ada yang neriakin “Pevita ya? Pevita kan? Pevita!!! Pevitaaaa!!!!!” namun naas sebuah petir menyambarnya dan sekarang dia sudah hilang menjadi abu.
Lupakan soal itu, kembali ke topik awal yang sebenarnya saya juga tidak begitu mengerti dengan bahasan ini. Sekarang saya akan mulai berbahasa gawul karna alhamdulillah saya udah lumayan gawul, buktinya saya punya 1000 lebih teman di Facebook dan 200 follower di twitter dan juga 80an follower di Instagram (T^T). Yup kita mulai! Hay guys, disini gua bakalan jelasin gemana dan apa maksudnya dari Drama Kehidupan etoh, kitah cek aja deh.
Loe loe berasa nggak kalo loe loe semua itu nggak jujur, hal mudah aja, kalo ada si dia lewat dengan penuh mempesona dan penuh bege – bege (Bunga – bunga) disekitarnya dengan cahaya terang seperti lampu sorot yang memancarkan keindahan darinya lalu elo kedapetan natap dia dengan iler loe yang udah bikin banjir sekitar loe. Dia datengin loe dan nanya “Loe liatin gue ya?” otak loe pasti bersingkronisasi langsung dengan semua otak bicara loe dan langsung mereaksikan suatu penolakan yaitu “Nggak kok siape yang liatin elo dasar kegeeran!” tiba – tiba dia membalas “Buktinya elo ampe ileran gitu?” otak loe pasti akan mereaksikan lagi sesuatu yaitu “enak aja ileran! Ini keringat tau! Gua habis lari maraton 70 Km dengan kercepatan 40 m/s gara – gara nginjek kaki ayam yang diikat pake borgol oleh majikannya dan borgolnya rusak dan gua di kejar tu majikan dan yayangnya tu ayam karena menghancurkan ikatan yang telah terikat kuat diantara mereka dan untuk menebusnya gua harus membuat ikatan itu tersambung lagi tapi gua ga bisa karena gua ga punya tali akhirnya gua minjem jemuran tetangga gua yang di kalampangan dan gua akhirnya tau kalo itu bukan tetangga gua secara rumah gua di Bukit Sapan, akhirnya tu yang punya jemuran marah ama gua dan gua harus nyari tali yang baru tapi nyari tali itu sesulit mencari sebuah ikatan karena ikatan itu tidak di cari tapi dibuat akhirnya gua pergi ke tempat pembuat tali dan gua pasang lagi tu jemuran dan yang punya jemuran komplain ke gua karena ikatannya ga kuat akhirnya gua cuma bisa bilang ‘bukannya nggak mau ngikat yang kuat, saya cuma nggak mau kalau dia kesakitan, karena dengan membebaskannya maka saya bisa menyayanginya dengan bebas tanpa harus menyakitinya’ dan begitulah cerita gua sampai keringatan gini, ini cerita gua mana cerita loe?”. Ujung – unjungnya kalo nggak kena tabok ya loe pasti ditinggalin.
Percakapan singkat tadi cukup buat nunjukin kalo loe (Termasuk gua juga sih) lebih sering boong dari pada jujur. Apalagi masalah perasaan (ceileeehhh). Dan dalam Drama itu penuh dengan bohong bro! Coba loe liat drama – drama di SCTV dan RCTI itu, kurang lebih begitulah drama yang gua maksud. Contoh ni ye:
Di Gong – Gong (D) : Sisa, dengerin aku Sisa
Sisa (S) : Aku ga mau dengerin kamu! Aku udah cape sama sikap kamuh!
D : Oke, kalau gitu aku pergi aja
S : Kenapa kamu tinggalin aku? Aku nggak bisa hidup tanpa kamu
D : Nggak, pokoknya kita putus
Besoknya dengan aneh bin ajaib si Sisa masih aja bisa hidup. Padahal kemaren dia bilang kalo dia nggak bisa hidup tanpa si Di Gong – Gong itu *tepoklah jidat kalian sendiri saudara – saudara*.
Belom lagi dengan drama yang real kaya orang – orang muka dua getoh (Ups!) di depan ngebaik – baikin dan di belakang malah nyakitin. Nusuk dari belakang kaya lagu aja “... jangan lagi kamu, menusuk diriku dari belakang karena rasanya itu sakit bukan main, sakit minta ampun! Sakit minta ampuuunn huewwoooeee~~” . contohnya begini :
A : Tau nggak loe, si C itu orangnya begituuu
B : Sumpe loe , loe nggak bohong kan?
A : Ngapain gua bohong? Gua liat pake mata kepala dia sendiri kalau dia itu kemaren begitu
B : Ih! Amit – amit deh, bukannya elo temennya. Kok loe malah begitu sih?
A : Siapa juga mau temenan ama yang begituan
(muncul lah si C dari balik asap)
C : uhuk! Uhuk!
B : Kenapa loe? Sakit?
A : iya nih, kalo sakit jangan sekolah! Entar tambah sakit lagi
C : Thank ya udah perhatian, uhuk! Kata Emak gua , uhuk! Batuk – batuk tanpa sebab uhuk! Begini uhuk! Itu karena uhuk! Ada uhuk! Yang ngomongin gua uhuk!
B : Percaya amat sama tahayul
A : Iya nih percaya amat
C : yaudah deh, gua beli minum dulu, bye.
A & B : Bye!
A : Eh! Tau aja si C kalo lagi kita omongin
B : Kata nenek gua sih orang yang kita omongin itu di pertandai begitu terus akhirnya mati duluan dan  ngehantuin orang yang ngomongin dia.
A : Nenek loe ama Emak dia sama – sama percaya tahayul ya
B : iya dong, karena gua adalah emaknya nenek si C yang udah meninggal ... xixixixixi!!!!!
Oke! Oke! Gua mulai merinding bro!. Yang kaya begitu pasti udah seringkan muncul dikehidupan kita sampai akhirnya di Dunia ini cuma bisa digolongkan jadi 2 tipe yaitu pemenang dan pecundang.
Merasa nggak adil kan dengan semua itu?. Dari situ kita bisa menilai kalau hidup ini memang nggak adil bro! Tapi tunggu... benarkan Dunia di atur begitu? Tentu tidak. Setiap orang adalah pemilih takdirnya sendiri. Memang di Dunia ini cuma ada 2 golongan yaitu PEMENANG dan PECUNDANG tapi, si Pecundang itu pasti akan di berikan kesempatan kedua agar bisa menjadi Pemenang. Dan si Pemenang yang bangga akan kemenangannya akan merasa berdiri di puncak gunung sehingga melihat seseorang itu sangat kecil, tanpa dia tau dia juga terlihat kecil oleh mereka yang dibawahnya.

Meski Dunia ini memang panggung sandiwara, tapi bukan berarti kita membuang kejujuran kan?. Meskipun jujur itu memang menyakitkan, tapi yakin deh dengan jujur kamu bisa menjadi orang yang dipercaya. Karena dipercaya itu lebih mulia dari pada di sanjung. 

Lagu buat kalian Last Child - Percayalah

ujian hidup yang selalu menerpamu
yang berjuang untuk hidup yang hanya sementara
rasa perih nya hujan di hatimu
yang diberikan oleh rasa yang hanya sementara

kita hidup di dunia yang penuh tanda tanya
yang tak mungkin kau ubah dan terpaksa mengikutinya
kita berada di antara benar atau salah
yang tak mungkin dapat kau ukur dengan rasa

berdoalah, sampaikan pada Tuhan semua keluh kesahmu
dia kan menjawabnya
percayalah, dia kan menunjukkan kasihnya padamu
melalui jalannya, percayalah

wahai kamu yang tak seperti mereka
yang terlihat cerah menjalani hidupnya
pandangan hidup yang selalu lihat ke atas saja
jadi pemicu keinginan yang tiada habisnya

bersujudlah, akui pada Tuhan semua kelemahanmu
dia kan menguatkannya
memohonlah, Dia kan memberikan yang terbaik untukmu
melalui caranya, percayalah

berdoalah, sampaikan pada Tuhan semua keluh kesahmu
dia kan menjawabnya
percayalah, dia kan menunjukkan kasihnya padamu
melalui jalannya, percayalah

bersujudlah, akui pada Tuhan semua kelemahanmu
dia kan menguatkannya
bemohonlah, Dia kan memberikan yang terbaik untukmu
melalui caranya, percayalah

Gua Hexas di sini, see you soon!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar