Tadaaaa! Kembali lagi
bersama saya si cantik yang jadi kembar identiknya Pevita Pierce :3. Mengetik
di tengah hari begini ditemani oleh Mas – mas dari Secondhand Serenade dengan
lagunya Your Call emang ajib. Dan lagi enak-enaknya denger lagu dari Mas – mas
entuh, pas abis langsung aja deh soundtrack Jodha Akbar menggelegar di seluruh
kamar. Mas – mas tangan ke dua tadi langsung kabur meninggalkan daku yang
tertangkap oleh Akbar Jalalludin karena mirip banget sama Jodha, aduh om!
Lepaskan! Lepaskan akuu! Lepaskaaaannnnn! *dilempar
cobek oleh mamak*.
Kembali kepermasalahan
awal, berlanjut dari tugas mingguan saya dan ini udah jadi minggu ke 4 \(^o^)/.
Minggu ini saya ingin curhat habis – habisan tentang seseorang yang mungkin
tidak melihat saya sama sekali (T^T). Inilah nasip orang yang tampang
pas-pasan, ngejar kaya gimanapun kaga ada hasilnya (T_T). Ini perjuangan saya
habis-habisan selama hampir 3 tahun ini, mengisahkan pahitnya cinta tak
terbalas. Meskipun agak kaku, tapi itulah ungkapan saya dalam membahasakan
cinta *sok serius deh guaaa :D *.
Sebenarnya ini adalah
hadiah buat orang ituh dan saya udah jadiin buku kecil yang apakah masih dia
baca L . dari pada ngalur ngidul kaga jelas, cekidot aja
yok! Baca sampai habis ya, nanti mubazir kalo kaga habis :D. Yuk atuh mari..
1.
The First Time
Semua orang butuh
alasan kuat untuk mengubah pendiriannya.Aku punya alasan untuk hal
tersebut.Tentu bukan semudah menulis kiasan yang aku buat di atas, perlu sebuah langkah yang besar untuk
melakukannya.
Bermula dari
kekukuhan Abah untuk tidak mau mendaftarkanku di SMA di kota kecil ini. Awalnya
aku kurang setuju dengan hal ini.Bagaimana aku harus meninggalkan semua yang
telah aku lalui di sini?.Apa gunanya beradu argument dengan seorang Ayah,aku
tidak bisa membantah.Akhirnya ada keringanan,aku bebas memilih memasuki tempat
manapun yang aku mau. Aku memilih beberapa tempat seperti
1.
SMK TELKOM SANDY PUTRA (Banjarbaru)
2.
SMA BANUA (Banjarmasin)
3.
GIBS (Banjarmasin)
4.
SMAN 2 PALANGKARAYA
Pilihan pertama dan
ke-4 adalah yang paling di setujui abah.Sedikit pun tidak ada niat untuk
pilihan ke 4.Tapi waktuku berfikir masih cukup panjang karena aku baru memasuki
kelas 9 SMP Semester 1.
Ternyata waktu
memang kejam.Sebuah tragedi mengubah hidupku dalam sekejap. Aku harus menerima
takdir dimana ada kehidupan,akan ada kematian.
Surat tanda di
terima masuk oleh 2 sekolah pilihan pertama dan keduaku menjadi secarik
sampah.Semua yang jadi argumenku sudah aku lenyapkan. Yang aku tau,aku harus
bisa sekolah di Palangkaraya.
Mulailah hari dimana
aku dan Kak Bayu mengambil folmulir yaitu hari pertamapendaftaran .Aku
bolak-balik Palangkaraya-Kapuas selama bulan
Juni ini.Mengumpulkan folmulir di hari terakhir dan mendapatkan no. urut
556.Angka yang menyakitkan.
000
Kakak Iparku masuk
rumah sakit pada tanggal 9 Juli 2012 karena usus buntu.Aku melewati hari-hari
di RS Muhamadiyah.Tiba-tiba pada tanggal 13,kakakku datang dengan
tergesa-gesa.Pada saat itu aku belum mandi karena panas (aneh).Dia langsung
melemparkan bungkusan berisi pakaian putih-biru SMP,sepatu,kaos kaki (ini entah
sudah dicuci atau tidak).
“Kenapa belum mandi?Ikamini tes wawancara.”Kata kakakku
sembari melepaskan sepatu kantornya.
“Haaaah?! Kata
siapa?.” Aku terperanjar dari tempat dudukku.
“Hanyar kakak lewat dari KS. Tubun tadi. Sana mandi,capati! .” Bentaknya. Aku melihat jam
sudah pukul setengah 11 lewat. Astaga,mandi bebek kalau begini ceritanya.
Setelah semuanya
terpasang,aku dan Kak Bayu bergegas dengan motor menuju ke SMAN 2 Palangkaraya.
Ternyata saat sampai sudah jam 11 lewat.Aku melihat no. ku,dan ternyata no. 318
dari 320 orang,itu menyedihkan sekali.Nasip dari luar daerah.
Aku melihat semua
ruang wawancara dan kosong.Akhirnya aku dan Kak Bayu menuju Ruang Guru. Di sana
aku berhadapan dengan Ibu Swarnie dan lebih dari 10 guru yang ada di ruangan
itu memandangku.
Aku menelan ludah
dengan suasana yang benar-benar bertarung ini.Pertanyaan demi pertanyaan
dilontarkan oleh Ibu Swarnie dan entah kenapa pede-ku naik.Dengan senyum puas
di bibir Bu Swarnie dan senyum kemenanganku sunggingkan di bibirku.
Ternyata pada saat
aku keluar dari Ruang Guru,ada seorang calon siswa juga yang terlambat dari
pada aku. Dan kakakku bilang.
“Lambat ikam,ada lagi yang paling lambat.”Aku
cuma tertawa memdengarnya.
(Tanggal 18/19 juli
2012)
Hari ini,hari
pertamaku mengenakan jilbab ke SMAN 2 Palangkaraya dengan menggunakan baju
favoritku, kemeja kotak-kotak merah. Ini adalah PraMOS,dimana menentukan kamu
di gugus mana dan membawa apa waktu MOS nanti.
Kami dikumpulkan di
lapangan dan duduk di pasir. Aku bukan tripikal orang yang takut kotor,tapi aku
bingung cara duduknya bagaimana,karena cara dudukku ini sedikit makan tempat
dan membuat 2/3 celana jins hitamku kotor.
Pembagian gugus
dimulai,dengan bergelut berjam-jam (lebay).Akhirnya aku diselamatkan oleh
teriakan “AWAS! AIR PANAS WOY!!” membuat sedikitnya gerombolan massa ini
minggir.Setelah aku sadar,bertapa bodohnya ada yang mau minggir setelah
diteriaki begitu, Hallo?Ngapain bawa
air panas pada keadaan begini?
Namaku tertulis
dengan panjangnya di gugus 7.Gugus pita hijau yang mengubah hidupku selamanya.
(Tanggal 23 juli
2012)
Hari pertama MOS
yang bagiku membosankan.Puasa dan panas terik memaksa keringatku
bercucuran.Hingga pada akhirnya ada perwakilan dari BNN (Badan Narkotika
Nasional) yang melakukan penyuluhan tentang narkotika dan bahayanya. Aku waktu
itu berada di depan,bisa tau apapun yang mereka katakan dengan
jelas.Dipenghujung acara,bapak-bapak yang terlihat biasa saja ini (seenaknya)
membuat suatu tantangan.
“Siapa yang mau
menyanyikan lagu Mirasantika di depan,saya kasih bros BNN.” Ujarnya dengan
wajah sumringah.
Anak mana yang tahu
judul lagu jaman bangkotan begitu?
Tapi aku tidak asing,karena keluargaku itu pecinta musik -Abah suka menyalakan
lagu dangdut keras-keras dan Mama suka nyanyi lagu dangdut keras-keras,red- aku tahu beberapa syair dari lagu
tersebut (berarti aku jadul,dong?).Tapi,siapa
mau bros begituan?
“Saya tambah
lagi,uang 50rb kalau bisa nyanyi lagu ini.” Saat itu yang ada dikepalaku hanya
uang Rp. 50.000 itu. Langsung saja aku angkat tangan dan dipanggil ke depan.
Jujur,aku keringat dingin. Dipandang oleh ratusan pasang mata yang tidakku
kenal,didengar oleh ratusan pasang telinga yang takku kenal,tapi demi ini aku
siap!.
Aku mulai
menyanyikan lagu ini.Peduli apa dengan orang yang menertawakanku,yang jelas ini
sudah jadi pilihanku dan jalanku.
Ternyata seterlah
ini ada yang lebih gila lagi.
000
Alhamdulillah,hari
MOS terakhir dan tidak pernah kena bintal (aku beruntung).Meski agak takut juga
waktu perobekan buku.Hampir semua orang didepanku menangis.Ternyata kakak yang
mengambil bukuku baik hati,aku cuma diberi pertanyaan singkat dan ditinggalkan.
Dan terpilihlah
kami,gugus 7 dengan predikat gugus terburuk.Mungkin ini sudah takdir. Tapi
besok,aku benar-benar jadi murid SMAN 2 Palangkaraya.
(Tanggal 26 juli
2012)
Aku memasuki sekolah
dengan sweater hitam,gaya tomboy dan muka sangar.Tapi inilah aku.Aku memasuki
kelas X-1. Cuma Zulkifli dan Anisa Fitri yang aku kenal.
Hari itu,hari
pertama aku bertemu Yuli yang duduk di sebelahku. Dia sangat pendiam,dan aku
yang juga kalem ini (Fitnah) mulai bicara ringan.
Inilah kehidupanku
kelas X-1.
2.
I meet U
Ge-aksi.Baju biru
ala calo partai melekat di tubuhku selama Ge-aksi berlangsung. Hari pertama
sangat melelahkan,karena rumah jauh aku memilih untuk tetap di sekolah dengan
XX (sebut saja demikian) dan 1 orang lagi yang aku lupa namanya (jahat ya?)
kalau tidak salah,Maria.
Aku sudah resmi
mengenakan kerudung saat itu.Aku sedang membenarkan kerudung,XX tiba-tiba
bicara padaku.
“Hexas,itu lho dia.”
Katanya. Karena XX sering membicarakan nama itu,aku penasaran dengan
orangnya.Aku melihat laki-laki berjaket putih hitam sedang duduk agak jauh dari
tempat dudukku.
“Yang itu?.”
Tanyaku.
“Iya.”Jawabnya
sumringah.
“Biasa aja.”Kataku
lagi. Aku setengah bercanda dengan apa yang aku ucapkan.
000
Setelah sedikit aku kenal dia,aku
sering datang marah-marah pada dia saat itu. Karena suatu alasan, aku juga
sering meneriaki namanya.
“*Tiiit!
XX titip salam!.” Aku dengan gilanya melawak dengan perkataan seperti
itu,ternyata aku sendiri kena batunya.
Semakin lama aku terus semakin
mencari bayangnya.Sampai-sampai aku lupa diri kalau aku ini siapa?Aku belum
sesadar sekarang pada saat itu.Hingga kejadian memalukanpun sulit terhindarkan.
Aku dengan XX meneriaki Wahyu teman
sekelas kami yang menggunakan Beat hitam padahal ukuran tubuhnya tidak memadai.
“Wahyu sexy!!!.” Teriak kami.Ternyata
ada satu orang juga memandang ke arah kami.Dia cuma terlihat tersenyum,padahal
kami sangat malu saat itu.
000
Perasaan ini bukan cuma kagum,aku
merasa mengambang di udara karena ini. Aku terlalu percaya diri saat itu.
Terlalu banyak hal yang aku ingin
lalui bersamanya.Percaya atau tidak,setiap hari aku berdoa agar bisa bersama
kesekolah dengan- nya.
Pagi-pagi aku bangun,aku mengendarai
motorku dan berharap ada dia di sebelah kananku. Aku harap siklus ini tetap
berlanjut,meski itu cuma impian.
(Semester 2)
Aku mulai merasa kalau ada orang yang
aku lukai dengan perasaan kagumku padanya.Aku mulai menjauh tanpa aku
sadari. Melihat semua bagaikan tabu,terlalu gelap sehingga aku tidak bisa
melihat apapun.
Aku merasa bersalah memiliki perasaan
ini.Aku juga berhayal terlalu tinggi untuk mendapatkan ini. Jarak yang aku
miliki membuat aku sadar,betapa bodohnya aku selama ini tidak menyadari yang
disampingku menangis.
Aku ingin mengakhiri semuanya dengan
resiko apapun.Suatu malam di saat libur ujian.Aku memberanikan diri untuk
mengutarakan semua itu. Saat itu,aku ditemani sahabat karibku di Kapuas,Heni.
Aku mengumpulkan semua kekuatan dan melepaskan semua pada malam itu.
Aku menunggu dengan gila malam
itu.Panas dingin,dada berdebar hebat. Tapi dia mengalihkan pembicaraan dan…
“Sebaiknya kita temenan aja.”Jawaban
yang sudah aku duga.Aku terdiam memeluk bantal.
“Xas… aku tau kamu pengen nangis,nangis
aja.” Kata Heni. Aku memeluknya dan menangis dengan keras.Semalaman aku
menangis.Aku begitu jatuh saat tau semua ini.
Liburan yang hanya 3 hari,aku
bulatkan menjadi 1 minggu.Untuk mengobati semua perasaanku.Saat hari Sabtu, aku
kembali kesekolah berharap aku bisa lebih tegar setelah bertemu teman-teman.
Aku mulai berfikir untuk berhenti,tapi setelah melihatnya lagi hati kecilku
berkata… Aku tidak boleh menyerah.
3.
Still In My Memory
Masih dalam ingatanku saat masa-masa
bimbel dimana aku sering solat Zuhur di musola sekolah.Aku sering mencari
sosoknya diantara jema’ah di situ.Memandanginya wudu dan sholat.
Tidak jarang dia mengobrol di
sampingku.Aku merasa sangat senang.Meskipun itu hanya hal kecil tetapi sangat
berarti bagiku.
Aku juga sering minta diantarnya
pulang. Meski aku tau aku berat.(Hahaha). Dalam kata lain yaitu MODUS.
Tapi sekarang aku berfikir untuk
melaku- kan hal-hal itu.Aku tidak ingin senang saat ada orang yang nangis
gara-gara aku. Aku akan menahan perasaan ini sekuat mungkin.
Sekarang aku bingung harus bagaimana
bersikap di depannya.Aku terlalu canggung untuk hal ini.Terlalu banyak yang aku
pertimbangkan untuk ini. Tidak heran kalau aku sering pusing,pucat dan lain
sebagainya karena memikirkan hal macam ini.
Pernah juga dihari yang panas
terik,aku sangat pusing dan mataharinya silau sekali.Pandanganku agak kabur.Aku
melihat dia berjalan ke arah berlawanan dariku sehingga kami berselisihan.Dia
cuma berkata.
“Hexas…” Kepalaku terasa ada sesuatu
yang meledak dan pandanganku semakin buyar dan gelap.Kata Hogla dan Ritsy aku
pingsan.Aku merasa bodoh karena pingsan gara-gara hal itu?
Dia itu semangatku.Aku tidak tau
kalau aku tidak bertemu dia.Mungkin aku masih terjebak dalam kegelapan.Tapi aku
pernah mencoba untuk melihat yang lain,tapi aku malah semakin disakiti dan
membuat aku sadar kalau aku memang tidak pantas.
Aku berusaha memperbaiki apa yang
bisa aku perbaiki.Setidaknya jadi orang yang bisa memberikannya semangat.
Dia pernah ikut perlombaan.Kebetulan
aku bisa menontonnya karena disuruh guru olahraga untuk memberikan supporter.
Aku melihat dia sudah bersiap siaga
untuk berlari.Aku tidak berani berteriak atau semacamnya, aku cuma bisa
mendoakannya supaya menang.Tapi dia kalah saat itu.
Aku berusaha untuk memberikannya
semangat.
Aku kurang mengerti responnya saat
itu.Tapi aku ingin sedikit saja bisa memberikan dia semangat. Walau hanya
sedikit,aku ingin bisa menyentuh hatinya.
Sebisa mungkin aku ingin dia bisa
nyaman denganku,biarpun kenyataannya lain. Aku memang mahluk berisik…
000
(13 Februari 2013)
Aku dan teman-temanku yang lain
berjejal ke rumah Tri untuk membuat sesuatu yang SPESIAL. Di dapur ini ada
anak-anak perempuan yang sedang membuat kue untuk orang-orang yang dia sayangi.
Perempuan itu kalau sudah sayang,dia
akan berusaha memberikan apapun untuk orang
yang dia sayangi. Aku melihat semua di sini membuat semuanya dengan
senyum.Begitupun aku. Jam sudah menunjukan pukul 9 malam dan aku harus
pulang,dan Alhamdulillah kueku sudah jadi.
Aku saking senangnya sampai kurang
tidur.Besok adalah hari yang mendebarkan.
(14 Februari 2013)
Besoknya dengan kue kecil ini aku
memantapkan diri.Aku ingin memberikan ini pada orang yang aku sayangi.
Tapi,aku melihat dia sedang duduk di
depan kelasnya dengan seorang gadis. Aku tidak tau apa yang aku lakukan,tapi
hatiku rasanya mau meledak. Kue yang berada di tanganku jatuh dan setengah
hancur,melihat itu semua tanpa banyak fikir aku makan semua kue itu sambil
nangis.Aku membenci diriku sendiri.
Pulangnya aku cuma bisa nangis lagi
kalau mengingat hari ini.Aku benar- benar bodoh.
Tapi tidak lama setelah itu dia ada
menghubungiku.Aku benar-benar kaget dengan kata-katanya.
“Makasih ya, buat niatnya.”Aku teriak
saking girangnya.Hanya 1 kalimat tapi ini berhasil membuatku semakin sayang
padanya.
Aku berjanji dengan diriku sendiri
untuk memberikan yang terbaik tahun depan. Terserah dia ingin menganggap itu
apa, yang pasti aku akan memberikannya.Pasti.
000
Pada waktu daftar masuk,aku ingin
sama-sama dengan dia. Setidaknya aku ingin 1 kelas dengannya. Tapi bangun
kesiangan ini jadi masalahnya.
Akhirnya dia berada di XI IA 1 dan
aku di XI IA 6.Jarak yang sangat jauh menurutku.
Di kelas XI ini sinkronisasi otak dan
mulutku agak bermasalah,sepertinya juga tidak cuma mulut tapi juga
tindakanku.Aku selalu cuma bisa menjadi kaku dihadapannya.Akhirnya aku sering
menyesal tidak bisa melakukan hal yang aku inginkan.
(1 November 2013)
Aku sedang mempersiapkan sesuatu
untuknya.Aku membuatnya berhari-hari dan aku akhirnya bisa
menyelesaikannya.Tapi aku fikir lagi.Apa aku bisa memberinya?
(23 November 2013)
Inilah sisa-sisa dari apa yang aku
persiapkan. Kesal sih… kenapa aku tidak kasih saja?
Di hari ulang tahunnya,aku berniat
menyembunyikan helmnya. Tapi ternyata dia akhirnya pulang tanpa helm,aku
menyesal… Aku ingin minta maaf langsung tapi bingung harus berkata apa.
Pada saat itu,aku sedang menyervice
motorku dengan Abah.Aku tidak leluasa kemana-mana.Ditambah lagi sorenya harus
les.Betapa mepetnya waktu saat itu.Akhirnya waktu malam aku tepar.
Akhir-akhir ini aku mulai terbiasa
dengan teman baru di sampingku.Lebih tepatnya disebut menghindar.
Aku juga bingung dengan
sikap-sikapnya.Aku saja mungkin yang terlalu lebay atau memang perasaanku saja
atau memang benar seperti itu?
Ini makin membuatku bingung.
4.
All About U
(11/02/2014)
Aku sering
melontarkan semua pujian,kiasan dan berbagai hal di Facebook dan Twiter.Aku
sering menuliskannya untuk Mr. Doubleu.Siapa itu Mr. Doubleu? Doubleu= W.
Sebuah inisial yang penyebutannya paling panjang pada abjad Inggris. Apa dia
sadar? Atau mungkin dia juga sama bodohnya kayak aku?
Aku melihat sosokku
di cermin dan melihat diriku yang biasa ini.Apa aku pantas untuknya?
Aku ini jelek
Hitam…
Bantet…
Gendut…
Egois….
Pemarah…
Manja…
Dan aku menyukai
dia.
Aku tidak punya
apapun yang bisa dibanggakan kecuali perasaanku padanya.
Sifatnya yang
baik,murah senyum,tidak cepat marah…,aku sangat menyukai sifatnya itu.Tapi
sekali lagi aku sadar aku bukan siapa-siapa yang pantas untuknya.
Ada rasa sesak dalam
dadaku ini.Aku pernah bilang yang kemarin adalah terakhir kali aku menyatakan
perasaanku padanya.Aku cuma ingin menceritakan semua yang pernah aku lalui
dalam mengerjarnya.
Aku tidak ingin
membuatnya susah dengan minta jawaban atau semacamnya. Meski aku juga ingin
bersamanya. Ah,aku ini memang egois.
Cuma ini yang
sanggup aku tuliskan.Selama 1 tahun ini perasaanku tidak pernah berubah.
Mungkin akan tetap sama sampai nanti. Tapi ini tergantung dengan semuanya.
Apa aku bisa melupakanmu?
Apa aku boleh mempertahankan perasaan ini?
Apakah kamu merasa tidak enak dengan ini?
Apakah aku membuatmu susah?
Apa kamu bisa bertahan di dalam hatiku?
Apakah kamu ingin aku mempertahankan ini?
Apa aku boleh bersamamu?
Dalam otakku
penuh pertanyaan gila dan tanpa jawaban.
Semua ini masih awal,hanya kita yang tahu akhirnya. Setelah ini,jangan berubah
jadi orang lain. Tetap seperti ini,ya?
000
5. Maybe ,Yesterday Is The Last
(14/02/2014)
Tanggal
ini menjadi tanggal bersejarah buat hidupku. Semua pertanyaanku yang selalu
menggangguku kini terjawab sudah. Aku memberanikan diri dan mencurahkan
semuanya untuk hari itu. Ini semua semata-mata untuk membuktikan kalau aku ini
berjuang untuknya, tidak sekedar diam di tembat bermimpi untuk ada di
sampingnya.Aku jujur tidak ingin hal itu, itu terlalu tabu untukku dan untuk
seseorang yang aku jaga perasaannya.
Di
temani para serdadu sahabatku aku menaiki tangga ke kelas XI IPA 1 untuk
menyerahkan sekotak kue coklat dan buku buatanku. Dengan seluruh keberanian,
akhirnya yang aku tunggu- tunggu keluar dari kelasnya.
Dia
dengan senyuman khasnya yang bisa melelehkanku dengan sekejap melangkah
mendekat, dengan suasana kaku dan malu-malu aku menyerahkannya. Aku tidak tau
semerah apa mukaku dan aku memejamkan mataku saking takutnya.
Begitu
singkat, tapi sangat berarti, aku lari kabur dan bum!! Emosiku meledak.
Semuanya telah berakhir karena itu memang terakhir.
Lalu
sorenya, dia mengucapkan terima kasih untukku lewat sms, dan dari salah satu
smsnya ada kata “Aku nggak maksa kamu bertahan”. Yap , itu jawaban yang membuat
hatiku hancur sekaligus membuatku berusaha tegar. Kalimat itu membuat ku kuat
untuk tidak terlalu memikirkannya lagi, mencemaskannya, merindukannya...
meskipun aku tidak janji karena jujur aku masih dan sangat masih sayang
padanya. Meskipun tidak sesakit dulu, bahkan kadang tidak sakit sama sekali,
aku sudah bisa tegar J.
000
(Kelas
XII sampai sekarang)
Tidak
bisa dipungkiri jarak kita sekarang karena aku yang memang menjauh darimu :D.
Aku memenuhi janjiku kalau itu yang terakhir dan tidak bertahan lagi. Aku tidak
ingin mengganggumu lagi dengan pengejaranku ini. Aku sadar kalau aku ini bukan
siapa- siapa buatmu. Dan lihatlah sekarang. Aku sudah tidak sakit lagi meski
melihatmu berjalan dengan yang lain. Mungkin yang tertinggal ini cuma bahan
becandaan untuk sahabat-sahabatku. Cukup lucu lah, maaf jika itu mengganggumu
ya.
Meskipun
begitu, sekali lagi aku jujur rasa sayangku tidak pernah berubah sedikitpun.
Tapi apakah aku masih cinta? Maaf ya. Perasaan itu sudah berhenti.Setidaknya
tegur aku dong kalo ketemu, kitakan temenan J. Masa cewe yang mulai duluan kan
malu (//o//).
Terakhir
ya. TERAKHIR.
000
Okeh!
Itulah serpihan kisah saya di masa SMA yang begitu penuh warna ini. Saya harap
kisah saya lebih hebat lagi saat kuliah nanti.
Dari
cerita saya tadi, apa saya mudah menyerah? Atau bahkan tipe petarung? Atau tipe
menjijikan? Udahlah lupakan itu. Kita senang-senang ajah :3.
Terus
semangat ya, dan 1 pesan saya, kamu tidak boleh menyesal kehilangan orang yang
kamu cintai,tapi menyesalah jika kehilangan orang yang mencintai kamu. Dari hati
untuk hati, buat aku merasakan sakit sekaligus bahagia dan jatuh cinta itu =
bunuh diri :D. Sayonara! Sampai ketemu minggu depaaannn!!!.




.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar