Minggu, 01 Februari 2015

Blog Minggu IV


Tadaaaa! Kembali lagi bersama saya si cantik yang jadi kembar identiknya Pevita Pierce :3. Mengetik di tengah hari begini ditemani oleh Mas – mas dari Secondhand Serenade dengan lagunya Your Call emang ajib. Dan lagi enak-enaknya denger lagu dari Mas – mas entuh, pas abis langsung aja deh soundtrack Jodha Akbar menggelegar di seluruh kamar. Mas – mas tangan ke dua tadi langsung kabur meninggalkan daku yang tertangkap oleh Akbar Jalalludin karena mirip banget sama Jodha, aduh om! Lepaskan! Lepaskan akuu! Lepaskaaaannnnn! *dilempar cobek oleh mamak*.
Kembali kepermasalahan awal, berlanjut dari tugas mingguan saya dan ini udah jadi minggu ke 4 \(^o^)/. Minggu ini saya ingin curhat habis – habisan tentang seseorang yang mungkin tidak melihat saya sama sekali (T^T). Inilah nasip orang yang tampang pas-pasan, ngejar kaya gimanapun kaga ada hasilnya (T_T). Ini perjuangan saya habis-habisan selama hampir 3 tahun ini, mengisahkan pahitnya cinta tak terbalas. Meskipun agak kaku, tapi itulah ungkapan saya dalam membahasakan cinta *sok serius deh guaaa :D *.
Sebenarnya ini adalah hadiah buat orang ituh dan saya udah jadiin buku kecil yang apakah masih dia baca L . dari pada ngalur ngidul kaga jelas, cekidot aja yok! Baca sampai habis ya, nanti mubazir kalo kaga habis :D. Yuk atuh mari..


1.            The First Time
Semua orang butuh alasan kuat untuk mengubah pendiriannya.Aku punya alasan untuk hal tersebut.Tentu bukan semudah menulis kiasan yang aku buat di atas,        perlu sebuah langkah yang besar untuk melakukannya.
Bermula dari kekukuhan Abah untuk tidak mau mendaftarkanku di SMA di kota kecil ini. Awalnya aku kurang setuju dengan hal ini.Bagaimana aku harus meninggalkan semua yang telah aku lalui di sini?.Apa gunanya beradu argument dengan seorang Ayah,aku tidak bisa membantah.Akhirnya ada keringanan,aku bebas memilih memasuki tempat manapun yang aku mau. Aku memilih beberapa tempat seperti
1.           SMK TELKOM SANDY PUTRA (Banjarbaru)
2.           SMA BANUA (Banjarmasin)
3.           GIBS (Banjarmasin)
4.           SMAN 2 PALANGKARAYA
Pilihan pertama dan ke-4 adalah yang paling di setujui abah.Sedikit pun tidak ada niat untuk pilihan ke 4.Tapi waktuku berfikir masih cukup panjang karena aku baru memasuki kelas 9 SMP Semester 1.
Ternyata waktu memang kejam.Sebuah tragedi mengubah hidupku dalam sekejap. Aku harus menerima takdir dimana ada kehidupan,akan ada kematian.
Surat tanda di terima masuk oleh 2 sekolah pilihan pertama dan keduaku menjadi secarik sampah.Semua yang jadi argumenku sudah aku lenyapkan. Yang aku tau,aku harus bisa sekolah di Palangkaraya.
Mulailah hari dimana aku dan Kak Bayu mengambil folmulir yaitu hari pertamapendaftaran .Aku bolak-balik  Palangkaraya-Kapuas selama bulan Juni ini.Mengumpulkan folmulir di hari terakhir dan mendapatkan no. urut 556.Angka yang menyakitkan.
000
Kakak Iparku masuk rumah sakit pada tanggal 9 Juli 2012 karena usus buntu.Aku melewati hari-hari di RS Muhamadiyah.Tiba-tiba pada tanggal 13,kakakku datang dengan tergesa-gesa.Pada saat itu aku belum mandi karena panas (aneh).Dia langsung melemparkan bungkusan berisi pakaian putih-biru SMP,sepatu,kaos kaki (ini entah sudah dicuci atau tidak).
“Kenapa belum mandi?Ikamini tes wawancara.”Kata kakakku sembari melepaskan sepatu kantornya.
“Haaaah?! Kata siapa?.” Aku terperanjar dari tempat dudukku.
Hanyar  kakak lewat dari KS. Tubun tadi. Sana mandi,capati! .” Bentaknya. Aku melihat jam sudah pukul setengah 11 lewat. Astaga,mandi bebek kalau begini ceritanya.
Setelah semuanya terpasang,aku dan Kak Bayu bergegas dengan motor menuju ke SMAN 2 Palangkaraya. Ternyata saat sampai sudah jam 11 lewat.Aku melihat no. ku,dan ternyata no. 318 dari 320 orang,itu menyedihkan sekali.Nasip dari luar daerah.
Aku melihat semua ruang wawancara dan kosong.Akhirnya aku dan Kak Bayu menuju Ruang Guru. Di sana aku berhadapan dengan Ibu Swarnie dan lebih dari 10 guru yang ada di ruangan itu memandangku.
Aku menelan ludah dengan suasana yang benar-benar bertarung ini.Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh Ibu Swarnie dan entah kenapa pede-ku naik.Dengan senyum puas di bibir Bu Swarnie dan senyum kemenanganku sunggingkan di bibirku.
Ternyata pada saat aku keluar dari Ruang Guru,ada seorang calon siswa juga yang terlambat dari pada aku. Dan kakakku bilang.
“Lambat ikam,ada lagi yang paling lambat.”Aku cuma tertawa memdengarnya.
(Tanggal 18/19 juli 2012)
Hari ini,hari pertamaku mengenakan jilbab ke SMAN 2 Palangkaraya dengan menggunakan baju favoritku, kemeja kotak-kotak merah. Ini adalah PraMOS,dimana menentukan kamu di gugus mana dan membawa apa waktu MOS nanti.
Kami dikumpulkan di lapangan dan duduk di pasir. Aku bukan tripikal orang yang takut kotor,tapi aku bingung cara duduknya bagaimana,karena cara dudukku ini sedikit makan tempat dan membuat 2/3 celana jins hitamku kotor.
Pembagian gugus dimulai,dengan bergelut berjam-jam (lebay).Akhirnya aku diselamatkan oleh teriakan “AWAS! AIR PANAS WOY!!” membuat sedikitnya gerombolan massa ini minggir.Setelah aku sadar,bertapa bodohnya ada yang mau minggir setelah diteriaki begitu, Hallo?Ngapain bawa air panas pada keadaan begini?
Namaku tertulis dengan panjangnya di gugus 7.Gugus pita hijau yang mengubah hidupku selamanya.
(Tanggal 23 juli 2012)
Hari pertama MOS yang bagiku membosankan.Puasa dan panas terik memaksa keringatku bercucuran.Hingga pada akhirnya ada perwakilan dari BNN (Badan Narkotika Nasional) yang melakukan penyuluhan tentang narkotika dan bahayanya. Aku waktu itu berada di depan,bisa tau apapun yang mereka katakan dengan jelas.Dipenghujung acara,bapak-bapak yang terlihat biasa saja ini (seenaknya) membuat suatu tantangan.
“Siapa yang mau menyanyikan lagu Mirasantika di depan,saya kasih bros BNN.” Ujarnya dengan wajah sumringah.
Anak mana yang tahu judul lagu jaman bangkotan begitu? Tapi aku tidak asing,karena keluargaku itu pecinta musik -Abah suka menyalakan lagu dangdut keras-keras dan Mama suka nyanyi lagu dangdut keras-keras,red- aku tahu beberapa syair dari lagu tersebut (berarti aku jadul,dong?).Tapi,siapa mau bros begituan?
“Saya tambah lagi,uang 50rb kalau bisa nyanyi lagu ini.” Saat itu yang ada dikepalaku hanya uang Rp. 50.000 itu. Langsung saja aku angkat tangan dan dipanggil ke depan. Jujur,aku keringat dingin. Dipandang oleh ratusan pasang mata yang tidakku kenal,didengar oleh ratusan pasang telinga yang takku kenal,tapi demi ini aku siap!.
Aku mulai menyanyikan lagu ini.Peduli apa dengan orang yang menertawakanku,yang jelas ini sudah jadi pilihanku dan jalanku.
Ternyata seterlah ini ada yang lebih gila lagi.
000
Alhamdulillah,hari MOS terakhir dan tidak pernah kena bintal (aku beruntung).Meski agak takut juga waktu perobekan buku.Hampir semua orang didepanku menangis.Ternyata kakak yang mengambil bukuku baik hati,aku cuma diberi pertanyaan singkat dan ditinggalkan.
Dan terpilihlah kami,gugus 7 dengan predikat gugus terburuk.Mungkin ini sudah takdir. Tapi besok,aku benar-benar jadi murid SMAN 2 Palangkaraya.
(Tanggal 26 juli 2012)
Aku memasuki sekolah dengan sweater hitam,gaya tomboy dan muka sangar.Tapi inilah aku.Aku memasuki kelas X-1. Cuma Zulkifli dan Anisa Fitri yang aku kenal.
Hari itu,hari pertama aku bertemu Yuli yang duduk di sebelahku. Dia sangat pendiam,dan aku yang juga kalem ini (Fitnah) mulai bicara ringan.
Inilah kehidupanku kelas X-1.
2.        I meet U
Ge-aksi.Baju biru ala calo partai melekat di tubuhku selama Ge-aksi berlangsung. Hari pertama sangat melelahkan,karena rumah jauh aku memilih untuk tetap di sekolah dengan XX (sebut saja demikian) dan 1 orang lagi yang aku lupa namanya (jahat ya?) kalau tidak salah,Maria.
Aku sudah resmi mengenakan kerudung saat itu.Aku sedang membenarkan kerudung,XX tiba-tiba bicara padaku.
“Hexas,itu lho dia.” Katanya. Karena XX sering membicarakan nama itu,aku penasaran dengan orangnya.Aku melihat laki-laki berjaket putih hitam sedang duduk agak jauh dari tempat dudukku.
“Yang itu?.” Tanyaku.
“Iya.”Jawabnya sumringah.
“Biasa aja.”Kataku lagi. Aku setengah bercanda dengan apa yang aku ucapkan.
000
Setelah sedikit aku kenal dia,aku sering datang marah-marah pada dia saat itu. Karena suatu alasan, aku juga sering meneriaki namanya.
“*Tiiit! XX titip salam!.” Aku dengan gilanya melawak dengan perkataan seperti itu,ternyata aku sendiri kena batunya.
Semakin lama aku terus semakin mencari bayangnya.Sampai-sampai aku lupa diri kalau aku ini siapa?Aku belum sesadar sekarang pada saat itu.Hingga kejadian memalukanpun sulit terhindarkan.
Aku dengan XX meneriaki Wahyu teman sekelas kami yang menggunakan Beat hitam padahal ukuran tubuhnya tidak memadai.
“Wahyu sexy!!!.” Teriak kami.Ternyata ada satu orang juga memandang ke arah kami.Dia cuma terlihat tersenyum,padahal kami sangat malu saat itu.
000
Perasaan ini bukan cuma kagum,aku merasa mengambang di udara karena ini. Aku terlalu percaya diri saat itu.
Terlalu banyak hal yang aku ingin lalui bersamanya.Percaya atau tidak,setiap hari aku berdoa agar bisa bersama kesekolah dengan- nya.
Pagi-pagi aku bangun,aku mengendarai motorku dan berharap ada dia di sebelah kananku. Aku harap siklus ini tetap berlanjut,meski itu cuma impian.
(Semester 2)
Aku mulai merasa kalau ada orang  yang  aku lukai dengan perasaan kagumku padanya.Aku mulai menjauh tanpa aku sadari. Melihat semua bagaikan tabu,terlalu gelap sehingga aku tidak bisa melihat apapun.
Aku merasa bersalah memiliki perasaan ini.Aku juga berhayal terlalu tinggi untuk mendapatkan ini. Jarak yang aku miliki membuat aku sadar,betapa bodohnya aku selama ini tidak menyadari yang disampingku menangis.
Aku ingin mengakhiri semuanya dengan resiko apapun.Suatu malam di saat libur ujian.Aku memberanikan diri untuk mengutarakan semua itu. Saat itu,aku ditemani sahabat karibku di Kapuas,Heni. Aku mengumpulkan semua kekuatan dan melepaskan semua pada malam itu.

Aku menunggu dengan gila malam itu.Panas dingin,dada berdebar hebat. Tapi dia mengalihkan pembicaraan dan…
“Sebaiknya kita temenan aja.”Jawaban yang sudah aku duga.Aku terdiam memeluk bantal.
“Xas… aku tau kamu pengen nangis,nangis aja.” Kata Heni. Aku memeluknya dan menangis dengan keras.Semalaman aku menangis.Aku begitu jatuh saat tau semua ini.
Liburan yang hanya 3 hari,aku bulatkan menjadi 1 minggu.Untuk mengobati semua perasaanku.Saat hari Sabtu, aku kembali kesekolah berharap aku bisa lebih tegar setelah bertemu teman-teman. Aku mulai berfikir untuk berhenti,tapi setelah melihatnya lagi hati kecilku berkata… Aku tidak boleh menyerah.

3.         Still In My Memory
Masih dalam ingatanku saat masa-masa bimbel dimana aku sering solat Zuhur di musola sekolah.Aku sering mencari sosoknya diantara jema’ah di situ.Memandanginya wudu dan sholat.
Tidak jarang dia mengobrol di sampingku.Aku merasa sangat senang.Meskipun itu hanya hal kecil tetapi sangat berarti bagiku.
Aku juga sering minta diantarnya pulang. Meski aku tau aku berat.(Hahaha). Dalam kata lain yaitu MODUS.
Tapi sekarang aku berfikir untuk melaku- kan hal-hal itu.Aku tidak ingin senang saat ada orang yang nangis gara-gara aku. Aku akan menahan perasaan ini sekuat mungkin.
Sekarang aku bingung harus bagaimana bersikap di depannya.Aku terlalu canggung untuk hal ini.Terlalu banyak yang aku pertimbangkan untuk ini. Tidak heran kalau aku sering pusing,pucat dan lain sebagainya karena memikirkan hal macam ini.
Pernah juga dihari yang panas terik,aku sangat pusing dan mataharinya silau sekali.Pandanganku agak kabur.Aku melihat dia berjalan ke arah berlawanan dariku sehingga kami berselisihan.Dia cuma berkata.
“Hexas…” Kepalaku terasa ada sesuatu yang meledak dan pandanganku semakin buyar dan gelap.Kata Hogla dan Ritsy aku pingsan.Aku merasa bodoh karena pingsan gara-gara hal itu?
Dia itu semangatku.Aku tidak tau kalau aku tidak bertemu dia.Mungkin aku masih terjebak dalam kegelapan.Tapi aku pernah mencoba untuk melihat yang lain,tapi aku malah semakin disakiti dan membuat aku sadar kalau aku memang tidak pantas.
Aku berusaha memperbaiki apa yang bisa aku perbaiki.Setidaknya jadi orang yang bisa memberikannya semangat.
Dia pernah ikut perlombaan.Kebetulan aku bisa menontonnya karena disuruh guru olahraga untuk memberikan supporter.
Aku melihat dia sudah bersiap siaga untuk berlari.Aku tidak berani berteriak atau semacamnya, aku cuma bisa mendoakannya supaya menang.Tapi dia kalah saat itu.
Aku berusaha untuk memberikannya semangat.

Aku kurang mengerti responnya saat itu.Tapi aku ingin sedikit saja bisa memberikan dia semangat. Walau hanya sedikit,aku ingin bisa menyentuh hatinya.
Sebisa mungkin aku ingin dia bisa nyaman denganku,biarpun kenyataannya lain. Aku memang mahluk berisik…
                              000                                 
(13 Februari 2013)
Aku dan teman-temanku yang lain berjejal ke rumah Tri untuk membuat sesuatu yang SPESIAL. Di dapur ini ada anak-anak perempuan yang sedang membuat kue untuk orang-orang yang dia sayangi.
Perempuan itu kalau sudah sayang,dia akan berusaha memberikan apapun untuk orang  yang dia sayangi. Aku melihat semua di sini membuat semuanya dengan senyum.Begitupun aku. Jam sudah menunjukan pukul 9 malam dan aku harus pulang,dan Alhamdulillah kueku sudah jadi.
Aku saking senangnya sampai kurang tidur.Besok adalah hari yang mendebarkan.
(14 Februari 2013)
Besoknya dengan kue kecil ini aku memantapkan diri.Aku ingin memberikan ini pada orang yang aku sayangi.
Tapi,aku melihat dia sedang duduk di depan kelasnya dengan seorang gadis. Aku tidak tau apa yang aku lakukan,tapi hatiku rasanya mau meledak. Kue yang berada di tanganku jatuh dan setengah hancur,melihat itu semua tanpa banyak fikir aku makan semua kue itu sambil nangis.Aku membenci diriku sendiri.
Pulangnya aku cuma bisa nangis lagi kalau mengingat hari ini.Aku benar- benar bodoh.
Tapi tidak lama setelah itu dia ada menghubungiku.Aku benar-benar kaget dengan kata-katanya.
“Makasih ya, buat niatnya.”Aku teriak saking girangnya.Hanya 1 kalimat tapi ini berhasil membuatku semakin sayang padanya.
Aku berjanji dengan diriku sendiri untuk memberikan yang terbaik tahun depan. Terserah dia ingin menganggap itu apa, yang pasti aku akan memberikannya.Pasti.
000
Pada waktu daftar masuk,aku ingin sama-sama dengan dia. Setidaknya aku ingin 1 kelas dengannya. Tapi bangun kesiangan ini jadi masalahnya.
Akhirnya dia berada di XI IA 1 dan aku di XI IA 6.Jarak yang sangat jauh menurutku.
Di kelas XI ini sinkronisasi otak dan mulutku agak bermasalah,sepertinya juga tidak cuma mulut tapi juga tindakanku.Aku selalu cuma bisa menjadi kaku dihadapannya.Akhirnya aku sering menyesal tidak bisa melakukan hal yang aku inginkan.
(1 November 2013)
Aku sedang mempersiapkan sesuatu untuknya.Aku membuatnya berhari-hari dan aku akhirnya bisa menyelesaikannya.Tapi aku fikir lagi.Apa aku bisa memberinya?
(23 November 2013)




Inilah sisa-sisa dari apa yang aku persiapkan. Kesal sih… kenapa aku tidak kasih saja?
Di hari ulang tahunnya,aku berniat menyembunyikan helmnya. Tapi ternyata dia akhirnya pulang tanpa helm,aku menyesal… Aku ingin minta maaf langsung tapi bingung harus berkata apa.
Pada saat itu,aku sedang menyervice motorku dengan Abah.Aku tidak leluasa kemana-mana.Ditambah lagi sorenya harus les.Betapa mepetnya waktu saat itu.Akhirnya waktu malam aku tepar.
Akhir-akhir ini aku mulai terbiasa dengan teman baru di sampingku.Lebih tepatnya disebut menghindar.
Aku juga bingung dengan sikap-sikapnya.Aku saja mungkin yang terlalu lebay atau memang perasaanku saja atau memang benar seperti itu?
Ini makin membuatku bingung.
4.         All About U
(11/02/2014)
Aku sering melontarkan semua pujian,kiasan dan berbagai hal di Facebook dan Twiter.Aku sering menuliskannya untuk Mr. Doubleu.Siapa itu Mr. Doubleu? Doubleu= W. Sebuah inisial yang penyebutannya paling panjang pada abjad Inggris. Apa dia sadar? Atau mungkin dia juga sama bodohnya kayak aku?
Aku melihat sosokku di cermin dan melihat diriku yang biasa ini.Apa aku pantas untuknya?
Aku ini jelek
Hitam…
Bantet…
Gendut…
Egois….
Pemarah…
Manja…
Dan aku menyukai dia.
Aku tidak punya apapun yang bisa dibanggakan kecuali perasaanku padanya.
Sifatnya yang baik,murah senyum,tidak cepat marah…,aku sangat menyukai sifatnya itu.Tapi sekali lagi aku sadar aku bukan siapa-siapa yang pantas untuknya.
Ada rasa sesak dalam dadaku ini.Aku pernah bilang yang kemarin adalah terakhir kali aku menyatakan perasaanku padanya.Aku cuma ingin menceritakan semua yang pernah aku lalui dalam mengerjarnya.
Aku tidak ingin membuatnya susah dengan minta jawaban atau semacamnya. Meski aku juga ingin bersamanya. Ah,aku ini memang egois.
Cuma ini yang sanggup aku tuliskan.Selama 1 tahun ini perasaanku tidak pernah berubah. Mungkin akan tetap sama sampai nanti. Tapi ini tergantung dengan semuanya.

Apa aku bisa melupakanmu?
Apa aku boleh mempertahankan perasaan ini?
Apakah kamu merasa tidak enak dengan ini?
Apakah aku membuatmu susah?
Apa kamu bisa bertahan di dalam hatiku?
Apakah kamu ingin aku mempertahankan ini?
Apa aku boleh bersamamu?


Dalam otakku penuh  pertanyaan gila dan tanpa jawaban. Semua ini masih awal,hanya kita yang tahu akhirnya. Setelah ini,jangan berubah jadi orang lain. Tetap seperti ini,ya?
000


5. Maybe ,Yesterday Is The Last
(14/02/2014)
Tanggal ini menjadi tanggal bersejarah buat hidupku. Semua pertanyaanku yang selalu menggangguku kini terjawab sudah. Aku memberanikan diri dan mencurahkan semuanya untuk hari itu. Ini semua semata-mata untuk membuktikan kalau aku ini berjuang untuknya, tidak sekedar diam di tembat bermimpi untuk ada di sampingnya.Aku jujur tidak ingin hal itu, itu terlalu tabu untukku dan untuk seseorang yang aku jaga perasaannya.
Di temani para serdadu sahabatku aku menaiki tangga ke kelas XI IPA 1 untuk menyerahkan sekotak kue coklat dan buku buatanku. Dengan seluruh keberanian, akhirnya yang aku tunggu- tunggu keluar dari kelasnya.
Dia dengan senyuman khasnya yang bisa melelehkanku dengan sekejap melangkah mendekat, dengan suasana kaku dan malu-malu aku menyerahkannya. Aku tidak tau semerah apa mukaku dan aku memejamkan mataku saking takutnya.
Begitu singkat, tapi sangat berarti, aku lari kabur dan bum!! Emosiku meledak. Semuanya telah berakhir karena itu memang terakhir.
Lalu sorenya, dia mengucapkan terima kasih untukku lewat sms, dan dari salah satu smsnya ada kata “Aku nggak maksa kamu bertahan”. Yap , itu jawaban yang membuat hatiku hancur sekaligus membuatku berusaha tegar. Kalimat itu membuat ku kuat untuk tidak terlalu memikirkannya lagi, mencemaskannya, merindukannya... meskipun aku tidak janji karena jujur aku masih dan sangat masih sayang padanya. Meskipun tidak sesakit dulu, bahkan kadang tidak sakit sama sekali, aku sudah bisa tegar J.
000
(Kelas XII sampai sekarang)
Tidak bisa dipungkiri jarak kita sekarang karena aku yang memang menjauh darimu :D. Aku memenuhi janjiku kalau itu yang terakhir dan tidak bertahan lagi. Aku tidak ingin mengganggumu lagi dengan pengejaranku ini. Aku sadar kalau aku ini bukan siapa- siapa buatmu. Dan lihatlah sekarang. Aku sudah tidak sakit lagi meski melihatmu berjalan dengan yang lain. Mungkin yang tertinggal ini cuma bahan becandaan untuk sahabat-sahabatku. Cukup lucu lah, maaf jika itu mengganggumu ya.
Meskipun begitu, sekali lagi aku jujur rasa sayangku tidak pernah berubah sedikitpun. Tapi apakah aku masih cinta? Maaf ya. Perasaan itu sudah berhenti.Setidaknya tegur aku dong kalo ketemu, kitakan temenan J. Masa cewe yang mulai duluan kan malu (//o//).
Terakhir ya. TERAKHIR.
000
Okeh! Itulah serpihan kisah saya di masa SMA yang begitu penuh warna ini. Saya harap kisah saya lebih hebat lagi saat kuliah nanti.
Dari cerita saya tadi, apa saya mudah menyerah? Atau bahkan tipe petarung? Atau tipe menjijikan? Udahlah lupakan itu. Kita senang-senang ajah :3.
Terus semangat ya, dan 1 pesan saya, kamu tidak boleh menyesal kehilangan orang yang kamu cintai,tapi menyesalah jika kehilangan orang yang mencintai kamu. Dari hati untuk hati, buat aku merasakan sakit sekaligus bahagia dan jatuh cinta itu = bunuh diri :D. Sayonara! Sampai ketemu minggu depaaannn!!!.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar